Kamis, Januari 8, 2026
BerandaHeadlinesJatim Penyumbang Kasus Terbanyak, Bagaimana Langkah Pencegahan Super Flu

Jatim Penyumbang Kasus Terbanyak, Bagaimana Langkah Pencegahan Super Flu

SELASARSURABAYA – Perkembangan virus influenza A (H3N2) atau super flu secara global menunjukkan tren peningkatan. Bahkan saat ini ditemukan varian baru subclade K di sejumlah negara Asia termasuk di Indonesia.

Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI SARI di seluruh Indonesia yang diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3), hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi termasuk Jatim.

Jatim tertinggi mencapai 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat serta disusul beberapa wilayah provinsi lain.

Varian ini pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa meskipun istilahnya terdengar menyeramkan, situasi nasional masih sangat terkendali.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman,” jelas dr. Prima, dalam keterangannya seperti dikutip Selasa (6/1/2026).

Menjawab kekhawatiran publik, Kemenkes menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan varian subclade K ini lebih mematikan dibandingkan varian influenza lainnya. Penurunan tren kasus influenza di negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan dalam dua bulan terakhir menjadi indikator bahwa penyebarannya dapat dikendalikan.

Namun, tingkat keparahan tetap bisa dirasakan lebih berat oleh kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, ibu hamil, dan orang dengan komorbid (penyakit penyerta).

Langkah Pencegahan

Masyarakat diimbau untuk kembali menerapkan protokol kesehatan dasar, terutama saat berada di keramaian atau jika merasa kurang sehat.

* Gunakan Masker
Warga yang memiliki gejala batuk atau pilek wajib memakai masker untuk mencegah penularan.

* Vaksinasi Influenza
Sangat disarankan, terutama bagi kelompok risiko tinggi, untuk mencegah gejala berat.

* Pola Hidup Bersih
Rajin mencuci tangan dan menjaga etika batuk.

* Istirahat Cukup
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak membaik dalam 3 hari atau disertai sesak napas.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments