SELASARSURABAYA – Sepekan jelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kantor Staf Presiden (KSP) berkesempatan mengunjungi Stasiun Surabaya Pasarturi, Kamis (12/3/2026). Dalam kunjungannya, selain memantau pergerakan penumpang juga memantau kondisi stasiun.
“Semuanya sudah bagus. Kereta api dan stasiun selalu jadi benchmark. Bahkan dibandingkan dengan angkutan udara sekalipun. Ketepatan waktunya dapat diandalkan. Ketepatan waktu ini jadi salah satu inti keberhasilan mudik, selain keselamatan dan antisipasi lonjakan penumpang,” ujar Hartanto, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, di sela-sela kunjungannya.
Selain itu, Hartanto juga menyampaikan pesan Prabowo, Presiden RI, untuk mitigasi setiap resiko yang ada.
“Tolong mitigasi setiap risiko-risiko yang ada,” kutip Hartanto menyampaikan pesan Presiden.
Dalam tinjauan ini, KSP secara khusus mengapresiasi subsektor kereta api di bawah DJKA dalam mempersiapkan masa Posko Angkutan Lebaran.
“Koordinasinya sangat solid. Tolong dicek betul kesiapan operasionalnya. Kami harap juga ada pengambilan keputusan yang tepat ketika terjadi worst case,” pinta Hartanto.
Bagi Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA), jelas sudah bahwa komitmen menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026 ini harus dipersiapkan secara matang.
“Kami sudah lakukan rampcheck baik itu di rangkaian kereta, lokomotif, hingga stasiun,” ungkap Denny Michels Adlan, Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA.
Menurut Denny, kolaborasi cantik antara DJKA dengan operator seperti PT KAI dan KCI, hingga Dinas Perhubungan menjadi investasi berharga di masa Posko Angkutan Lebaran.
“Pemerintah Daerah sangat support pula ke kami. Kami sangat berterimakasih,” tambahnya.
Khusus untuk penangangan keselamatan di perlintasan sebidang, Denny menyebutkan bahwa telah ada koordinasi yang sangat baik dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, hingga Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota tentang penanganan 295 perlintasan yang tidak terjaga di Jawa Timur, baik yang liar maupun yang teregister.
“Dari 1001 perlintasan sebidang, ada 295 yang tidak terjaga. Pemprov dan Polda Jatim berkomitmen untuk selama masa posko ini akan dijaga. Saya benar-benar concern, mengingat ada 24 KA fakultatif dan tambahan yang akan lewat. Petugas PJL harus diedukasi betul,” pungkasnya.(djo)


