SELASARSURABAYA – Pakar ekonomi dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya Romauli Nainggolan, mengingatkan masyarakat agar bijak mengelola Tunjangan Hari Raya (THR). Pengelolaan yang tepat dinilai penting agar kondisi finansial tetap sehat setelah hari raya.
Menurut Romauli, dana THR sebaiknya tidak langsung dihabiskan untuk konsumsi. Ia menegaskan bahwa alokasi pertama harus diprioritaskan untuk kewajiban.
“Dalam merayakan Lebaran, seharusnya kita memiliki perlakuan keuangan yang bijak. Dana THR dialokasikan dulu untuk kewajiban, baru untuk konsumsi,” katanya, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan pembagian alokasi THR dapat dilakukan secara terencana agar pengeluaran tetap terkendali. Dengan pembagian tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati momen Lebaran tanpa mengganggu stabilitas keuangan.
“Alokasi dana THR bisa 20 persen untuk kewajiban, misalnya ibadah. Lalu 50 persen untuk kebutuhan pokok, termasuk mudik,” jelasnya.
Romauli menambahkan sebagian dana juga perlu disiapkan untuk kebutuhan setelah Lebaran. Hal ini penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan finansial atau boncos setelah masa liburan berakhir.
“Sebanyak 20 persen bisa disimpan atau ditabung untuk kebutuhan pasca Lebaran. Sementara 10 persen dapat digunakan untuk gaya hidup,” ujarnya.
Selain pengaturan THR, ia juga menyarankan masyarakat lebih bijak dalam mengatur konsumsi saat Lebaran. Salah satu caranya adalah memadukan pakaian lama yang masih layak dengan pakaian baru.
“Untuk konsumsi seperti pakaian, bisa mengombinasikan pakaian yang masih layak pakai dengan yang baru,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada utang konsumtif demi memenuhi kebutuhan Lebaran. Menurutnya, penggunaan fasilitas pinjaman instan perlu dihindari jika tidak benar-benar diperlukan.
“Poin lainnya adalah hindari jebakan pinjaman atau utang, seperti paylater. Tradisi salam tempel dan konsumsi bisa disesuaikan dengan anggaran,” katanya.
Romauli menekankan bahwa esensi Lebaran seharusnya tidak diukur dari besarnya pengeluaran. Nilai utama yang perlu dijaga adalah hubungan kekeluargaan dan kebersamaan. (nan)


