SELASARSURABAYA – Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) di Jawa Timur pada Mei 2026 mengindikasikan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jatim yang tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 122,6 (indeks >100). Kondisi ini sejalan dengan IKK nasional yang juga berada pada zona optimis, sebesar 120,9.
“Survei Konsumen Bank Indonesia di Provinsi Jawa Timur pada Mei 2026 mengindikasikan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jawa Timur yang tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 122,6, sementara IKK nasional juga berada pada zona optimis sebesar 120,9,” ujar Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim, dalam keterangan tertulis seperti dikutip Rabu (17/6/2026).
Ibrahim melanjutkan, optimisme konsumen ditopang oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 116,2, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencapai 129,0.
Meski kedua indeks tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing berada pada level 120,9 dan 131,5, nilainya masih berada di zona optimis dan menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap kuat terhadap perekonomian daerah.
Ibrahim menjelaskan, kondisi ekonomi saat ini yang masih optimis didukung oleh seluruh komponen penyusun IKE. Indeks Penghasilan Saat Ini, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama masih berada pada level yang positif.
“Kondisi ini mengindikasikan tingkat pendapatan masyarakat yang baik, peluang kerja yang tetap tersedia, serta aktivitas konsumsi barang tahan lama yang masih terjaga,” imbuhnya.
Di sisi lain, ekspektasi konsumen terhadap enam bulan mendatang juga tetap kuat. Hal tersebut tercermin dari tingginya Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha, Indeks Ekspektasi Penghasilan, dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja.
“Prospek aktivitas usaha, peningkatan pendapatan, dan peluang kerja ke depan masih diprakirakan tetap baik sehingga menjaga optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi mendatang,” ujar Ibrahim.
Keyakinan konsumen yang kuat juga terlihat merata di berbagai daerah pantauan Bank Indonesia di Jawa Timur. Kota Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember sama-sama mencatatkan tingkat optimisme yang tetap tinggi, didukung oleh kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi ke depan yang masih positif.
Sementara itu, dari sisi pengelolaan keuangan rumah tangga, mayoritas masyarakat Jawa Timur masih mengalokasikan pendapatannya untuk konsumsi. Pada Mei 2026, porsi konsumsi mencapai 70,1 persen, diikuti porsi tabungan sebesar 18,1 persen dan pembayaran cicilan sebesar 11,7 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mencerminkan kemampuan rumah tangga dalam menyeimbangkan kebutuhan konsumsi, kewajiban keuangan, dan tabungan di tengah ketidakpastian ekonomi global. (rur)


