Minggu, Juli 5, 2026
BerandaHeadlinesSiap Digelar, Surabaya Printing Expo 2026 Pamerkan Teknologi Percetakan Terkini

Siap Digelar, Surabaya Printing Expo 2026 Pamerkan Teknologi Percetakan Terkini

SELASARSURABAYA – Industri percetakan di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan seiring pertumbuhan sektor manufaktur, industri kemasan, dan ekonomi kreatif di kawasan Indonesia Timur. Untuk mendukung perkembangan tersebut, Krista Exhibitions menghadirkan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026, pameran industri percetakan yang akan berlangsung pada 8-11 Juli 2026 di Grand City Convention Center Surabaya.

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim, mengatakan penyelenggaraan Surabaya Printing Expo yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke 19, diharapkan menjadi momentum strategis bagi pelaku industri untuk memperkenalkan perkembangan teknologi percetakan sekaligus memperluas peluang kolaborasi.

“Penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2026 diharapkan menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan perkembangan teknologi percetakan terkini, menawarkan solusi produksi yang lebih inovatif dan berdaya saing, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan,” terangnya, saat press conference, Jumat (3/7/2026) sore.

Daud melanjutkan, pameran ini akan menghadirkan sekitar 153 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM. Ia optimistis pameran ini akan dipadati lebih dari 15 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraannya.

“Pameran ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi, dunia usaha, dan para pelaku industri untuk bersama-sama mendorong percepatan transformasi sektor percetakan nasional,” imbuhnya.

Dalam pameran ini pengunjung akan disuguhi pengalaman langsung melihat beragam teknologi mesin cetak mutakhir mulai dari digital printing, offset printing, hingga teknologi cetak masa depan, seperti pencetakan 3D printing, UV printing, dan web-based printing system yang kini semakin canggih, cepat, dan hemat biaya.

Menurutnya, saat ini pelaku industri mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk proses pracetak, manajemen warna, serta efisiensi penjadwalan produksi.

“Seluruh inovasi tersebut dipamerkan oleh berbagai merek ternama dari dalam dan luar negeri, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana industri percetakan bergerak menuju era digital dan otomatisasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Ahmad Mughira Nurhani, menilai pameran tersebut menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi industri percetakan saat ini. “Pameran ini bukan hanya sekadar ajang jual beli mesin, melainkan ruang solusi bisnis,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, kondisi ekonomi mendorong pelaku industri untuk bekerja lebih efisien dengan memanfaatkan teknologi yang hemat energi, minim limbah, serta memiliki produktivitas lebih tinggi. Selain itu, perusahaan juga dituntut melakukan diversifikasi usaha melalui pengembangan sektor packaging, labeling, smart packaging, hingga creative printing yang memiliki prospek bisnis menjanjikan.

Selain menghadirkan pameran teknologi dan produk unggulan, penyelenggara SPE 2026 juga menyiapkan berbagai seminar dan workshop yang melibatkan praktisi industri, akademisi, serta pelaku usaha. Salah satunya bertajuk “Dari Ide ke Merchandise: Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif” yang membahas pemanfaatan AI dalam proses desain. Ada pula seminar “Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk” yang mengulas strategi penguatan branding dan pengembangan kemasan untuk meningkatkan daya saing UMKM. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments