Kamis, Juli 9, 2026
BerandaHeadlinesDigelar 4 Hari, Surabaya Printing Expo 2026 Targetkan 15 Ribu Pengunjung

Digelar 4 Hari, Surabaya Printing Expo 2026 Targetkan 15 Ribu Pengunjung

SELASARSURABAYA – Pameran industri grafika terbesar di Indonesia Timur, Surabaya Printing Expo (SPE) 2026, resmi dibuka, Rabu (8/7/2026). Berlangsung di Grand City Convention Center Surabaya selama 4 hari, pameran itu menghadirkan lebih dari 150 perusahaan dari dalam dan luar negeri, termasuk 10 pelaku UMKM.

Digelar hingga Sabtu (11/7/2026), SPE 2026 menargetkan sedikitnya 15.000 pengunjung dari kalangan pelaku industri, pebisnis, desainer, akademisi, hingga komunitas kreatif.

CEO Krista Exhibitions, penyelenggara SPE, Daud D. Salim, mengatakan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat industri dan perdagangan nasional yang berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan sektor grafika terutama di kawasan Indonesia Timur.

“Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar dalam mendorong perkembangan sektor percetakan dan grafika. Hal ini seiring dengan melonjaknya kebutuhan industri manufaktur, kemasan (packaging), periklanan, dan ekonomi kreatif yang memerlukan standardisasi kualitas tinggi,” ungkap Daud dalam sambutan pada pembukaan SPE 2026.

Daud melanjutkan, melalui SPE 2026 pihaknya ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terkini dan meningkatkan daya saing. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang kemitraan dan penetrasi pasar baru menuju era digitalisasi yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para peserta, pengunjung, serta mendorong kemajuan industri grafika dan industri kreatif Indonesia,” harapnya.

Surabaya Printing Expo (SPE) 2026

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi perkembangan industri percetakan agar mampu tumbuh semakin kompetitif.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif, memfasilitasi kemudahan berusaha, serta memperluas akses pasar bagi produk-produk industri percetakan asal Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Sherlita.

Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada dunia usaha, tetapi juga dengan memperkuat daya saing industri hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. “Baik di tingkat nasional maupun internasasional,” tambahnya.

Sherlita menambahkan, Surabaya Printing Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi percetakan, tetapi juga mampu membuka peluang kolaborasi dan memperkuat ekosistem industri grafika nasional.

“Melalui Surabaya Printing Expo ini, kami berharap dapat tercipta pertemuan bisnis, transfer teknologi, kolaborasi, dan kerja sama yang semakin memperkuat industri percetakan di Indonesia,” ujarnya.

Surabaya Printing Expo 2026 merupakan penyelenggaraan ke-19 yang menjadi bagian dari rangkaian pameran Krista Exhibitions. Berbagai inovasi teknologi percetakan ditampilkan dalam pameran ini, termasuk solusi berbasis Artificial Intelligence (AI).

Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan workshop bertema transformasi digital, AI, branding, kemasan, dan pengembangan UMKM sebagai upaya mempercepat transformasi industri grafika dan industri kreatif Indonesia. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments