Senin, Oktober 19, 2026
BerandaBisnisBawa Wastra Lokal ke ISEF 2026, 4 UMKM Jatim Siap Menuju Pasar...

Bawa Wastra Lokal ke ISEF 2026, 4 UMKM Jatim Siap Menuju Pasar Global

SELASARSURABAYA – Empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Jawa Timur memperkenalkan produk modest fashion lokal dalam Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026. Empat UMKM tersebut adalah Gita Orlin, Riris Ghofir, Elva Fauqo, dan Ulur Wiji.

Penyelenggaraan IN2MOTIONFEST 2026 berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 14–18 Oktober 2026.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan industri modest fashion membuka peluang ekonomi bagi produk wastra Nusantara untuk menembus pasar global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia di sektor modest fashion.

Posisi tersebut dinilai membuka peluang bagi produk fesyen lokal untuk memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan ekspor produk kreatif.

Aida menekankan pentingnya membangun ekosistem modest fashion yang terintegrasi, mulai dari pengembangan bahan baku dan kualitas produk hingga pemasaran.

“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida, dalam keterangan tertulis seperti dikutip Minggu (18/10/2026).

Mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, IN2MOTIONFEST memasuki penyelenggaraan kelima. Kolaborasi dengan JMFW untuk pertama kalinya dilakukan untuk mengintegrasikan penguatan kapasitas pelaku usaha dengan perluasan akses pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan modest fashion Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di berbagai negara, tidak terbatas pada pasar negara-negara Muslim. Pasar Eropa dan kawasan internasional lainnya juga menjadi peluang yang dapat dijajaki.

“Kekayaan budaya dan keunikan desain Indonesia merupakan modal penting untuk menghasilkan produk yang memiliki daya tarik global. Pengembangan industri tersebut juga perlu disertai perlindungan kekayaan intelektual agar karya kreator lokal memiliki nilai ekonomi dan daya saing,” tuturnya.

Gelaran peragaan busana, pameran, dan kegiatan bisnis dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diharapkan membuka peluang kemitraan sekaligus menarik kunjungan wisatawan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan wastra Nusantara dan produk modest fashion Indonesia kepada pasar internasional.

Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan kementerian/lembaga terkait telah mendukung pengembangan pelaku usaha sejak 2018. Dukungan tersebut dilakukan melalui kurasi, pelatihan, pendampingan program IKRA Brand Leveling System, pembinaan perajin wastra, serta peningkatan kualitas produk.

Partisipasi empat UMKM binaan Bank Indonesia Jawa Timur diharapkan memperluas peluang usaha dan memperkenalkan kualitas modest fashion daerah kepada pasar nasional maupun internasional. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments