Jumat, Oktober 23, 2026
BerandaBisnisEJAVEC 2026 Terima 559 Paper Dalam dan Luar Negeri, Dorong Penguatan Ekonomi...

EJAVEC 2026 Terima 559 Paper Dalam dan Luar Negeri, Dorong Penguatan Ekonomi Jatim

SELASARSURABAYA – Forum East Java Economic (EJAVEC) 2026 menerima 559 karya ilmiah atau paper, meningkat 48,67% dibandingkan tahun sebelumnya. Karya-karya tersebut berasal dari penulis dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Inggris, Australia, dan Taiwan.

Peningkatan jumlah penelitian tersebut menjadi salah satu indikator besarnya perhatian kalangan akademisi terhadap persoalan dan peluang pengembangan ekonomi Jawa Timur.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, kebijakan pembangunan perlu disusun dengan menggabungkan pemahaman terhadap kondisi riil perekonomian dan hasil riset yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Menurutnya, pemahaman terhadap persoalan ekonomi di lapangan perlu dilengkapi kajian akademis agar rekomendasi kebijakan lebih objektif, terukur, dan dapat diterapkan.

“Pemahaman terhadap kondisi dan permasalahan ekonomi di lapangan merupakan modal penting dalam perumusan kebijakan. Namun, pemahaman tersebut perlu dilengkapi dengan riset dan analisis ilmiah yang kuat,” ujar Ibrahim, dalam keterangan tertulis seperti dikutip Kamis (22/10/2026).

Ia menilai, potensi ekonomi Jawa Timur masih perlu dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas, penguatan daya saing, serta pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi penting untuk menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua secara nasional perlu diimbangi dengan strategi pembangunan yang memperhatikan karakteristik dan potensi setiap wilayah.

Menurut Emil, perbedaan potensi ekonomi antardaerah perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan. Selain itu, perubahan kondisi ekonomi global menuntut kebijakan yang mampu menjaga daya tahan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.

“Karena itu, kajian ekonomi dan riset memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan serta meningkatkan efektivitas kebijakan,” tegasnya.

Memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak 2014, EJAVEC 2026 mengangkat tema akselerasi pembangunan wilayah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian forum tersebut, Ibrahim menyerahkan Prosiding Finalis EJAVEC 2026 dan Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Triwulan II 2026 kepada Emil. Kedua dokumen itu diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah.

Sebanyak 559 karya ilmiah yang masuk dalam EJAVEC 2026 diseleksi oleh dewan juri yang melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, serta Bank Indonesia.

Penelitian tersebut mencakup enam bidang strategis, yakni daya saing industri, hilirisasi dan investasi; ketahanan pangan serta stabilitas harga; perdagangan, konektivitas dan integrasi ekonomi regional; pariwisata dan sumber ekonomi baru; pengembangan UMKM, inklusi keuangan dan inovasi pembiayaan; serta kesiapan pasar tenaga kerja dan kesejahteraan sosial.

Topik-topik tersebut berkaitan langsung dengan sejumlah tantangan pembangunan Jawa Timur, mulai dari penguatan sektor industri dan investasi hingga peningkatan produktivitas UMKM serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antardaerah.

Rangkaian konferensi juga menghadirkan seminar ekonomi yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan pelaku usaha untuk membahas strategi penguatan ekonomi Jawa Timur.

Dekan FEB Universitas Airlangga Rudi Purwono memaparkan perkembangan dan prospek ekonomi Jawa Timur, termasuk strategi peningkatan produktivitas, penguatan daya saing, pemerataan pertumbuhan antarwilayah, serta ketahanan ekonomi menghadapi dinamika global.

Ada pun ekonom senior sekaligus Founder CORE Indonesia Hendri Saparini menyoroti pentingnya riset berbasis bukti untuk mendukung transformasi struktural, industrialisasi, dan hilirisasi.

Founder PT Disway National Network Dahlan Iskan menekankan perlunya menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pasar agar dapat menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi. Digitalisasi juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas peluang pasar dan meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BI Jawa Timur berharap EJAVEC terus berkembang sebagai ruang kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan pelaku usaha. Hasil penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah, membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta mendukung pertumbuhan Jawa Timur yang inklusif dan berkelanjutan. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments