SELASARSURABAYA – Kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan usia lanjut, kasus pada anak muda dan remaja (usia 18–20 tahun) juga mulai banyak dilaporkan di Indonesia. Deteksi dini sangat penting karena sebagian besar kasus di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut.
General Manager Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya dr. Silvia Haniwijaya Tjokro, M.Kes, mengatakan upaya meningkatkan kesadaran kanker payudara, tidak cukup dilakukan melalui kegiatan di rumah sakit. Edukasi perlu menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk kalangan remaja.
“AHCC telah melakukan edukasi melalui sejumlah kegiatan, termasuk kunjungan ke sekolah dan penyampaian informasi melalui radio. Materi yang diberikan antara lain mengenai kesehatan payudara, perubahan yang perlu diperhatikan sejak menstruasi pertama, serta cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI),” ungkap dr. Silvi, saat ditemui disela acara ‘Patient & Community Gathering’ yang digelar AHCC, Jumat (23/10/2026) malam.
dr. Silvi menegaskan, edukasi tersebut dinilai penting karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang memadai atau akses langsung terhadap tenaga medis untuk memberikan penjelasan mengenai kesehatan reproduksi dan deteksi dini kanker.
“Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan lebih memahami perubahan pada tubuhnya dan mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” tukasnya.
dr. Silvi menilai upaya edukasi kanker payudara membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya rumah sakit, tetapi juga puskesmas, sekolah, komunitas, dan tenaga kesehatan. Dengan begitu, informasi mengenai deteksi dini dapat menjangkau lebih banyak orang.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menegaskan kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini menjadi salah satu tantangan dalam upaya penanganan kanker payudara. Semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk ketika kanker ditemukan pada stadium awal.
“Edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat seiring ditemukannya kasus kanker pada kelompok usia yang semakin muda,” tuturnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi selama ini bukan hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker, tetapi juga mendorong mereka agar tidak takut menjalani pemeriksaan.
“Diharapkan masyarakat tidak takut untuk memeriksakan diri. Apalagi jika memiliki riwayat kanker dalam keluarga, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan perlu lebih ditingkatkan,” tandasnya. (rur)

