Jumat, Januari 16, 2026
BerandaHeadlinesAda Unsur Surabaya di Film Perang Kota

Ada Unsur Surabaya di Film Perang Kota

SELASARSURABAYA – Film Perang Kota yang kini sedang tayang di layar bioskop, menghadirkan sejumlah spot bernuansa kolonial. Salah satu tempat yang dipilih untuk lokasi syuting film yang dibintangi Ariel Tatum dan Chicco Jerikho ini adalah Kota Surabaya.

Kawasan Kota Tua Surabaya, seperti Pasar Pabean hingga kawasan religi Ampel menjadi lokasi syuting film yang diangkat dari novel klasik karya Mochtar Lubis berjudul ‘Jalan Tak Ada Ujung’.

“Kita syuting di Surabaya selama 10 hari ya, tapi kita di sini lebih dari 10 hari. Lumayan lama sih,” ujar sutradara film Perang Kota, Mouly Surya, disela kunjungannya di salah satu bioskop di Surabaya, Jumat (2/5) malam.

Mouly lantas menyebut adegan ketika Isa menembak tentara Gurkha. Juga pertemuan Fatimah dan Isa dalam sebuah gedung tua. Itu semua diambil di Surabaya.

“Salah satunya kami syuting di daerah dekat pasar ikan (Pabean), kemudian kawasan Ampel ya,” timpal Chicco Jerikho, dalam kesempatan yang sama.

“Nah, di situ. Syutingnya pertengahan 2023. Pokoknya pas syuting, ada ibu-ibu ngumpul banyak banget. Mereka pengen foto sama Chicco,” sambung Ariel, seraya tergelak.

Selain Surabaya, syuting film Perang Kota juga dilakukan di beberapa kota lainnya yang masih memiliki jejak peninggalan kolonial Belanda, seperti Semarang, Ambarawa dan Jogjakarta.

“Sudah muter-muter hampir di seluruh pulau Jawa (untuk cari lokasi syuting). Salah satu alasannya adalah mencari lokasi yang real, tidak butuh terlalu banyak setting dan secara estetika masih ada peninggalan-peninggalan bersejarah,” terang Mouly.

“Untuk mengambil lokasi syuting di kawasan Jakarta sudah tidak memungkinkan, secara logistik tidak bisa karena sudah terlalu ramai pengunjung, banyak turis. Beda hal dengan (Kota Tua) Surabaya, yang kebanyakan (gedung-gedungnya) masih ditinggali,” sambungnya.

Film Perang Kota menceritakan Isa (diperankan oleh Chicco Jerikho), seorang mantan pejuang yang menjadi guru sekolah sekaligus guru musik biola, yang bermasalah dengan kehidupan rumah tangganya. Isa menghadapi trauma perang yang membuatnya impotensi, sembari menjalani misi berbahaya untuk membunuh seorang jenderal Belanda demi mempertahankan semangat perjuangan​.

Ia dipercayakan sebuah misi untuk menghabisi petinggi kolonial Belanda dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Isa juga harus menghadapi perubahan dinamika hubungan dengan istrinya, Fatimah (diperankan oleh Ariel Tatum). Di sisinya ada Hazil (diperankan oleh Jerome Kurnia) yang tampan dan bersemangat tinggi. Hazil adalah seorang pemuda kaya yang mendukung perjuangan Isa, tetapi diam-diam berupaya memenangkan hati Fatimah, istri Isa. (nan)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments