SELASARSURABAYA – Selebgram Lula Lahfah diketahui memiliki riwayat penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) sebelum ditemukan meninggal dunia di apartemennya.
Melansir berbagai sumber, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (refluks), yang menyebabkan iritasi pada lapisan saluran tersebut.
Berbeda dengan Maag (Gastritis), meskipun mirip dan seringkali dianggap sama, dua penyakit ini memiliki perbedaan mendasar pada lokasi gangguan dan sensasi yang dirasakan.
Secara medis, maag adalah peradangan di lambung, sedangkan GERD adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan.
• Gejala Umum GERD
Heartburn: Sensasi terbakar di dada, biasanya setelah makan atau saat berbaring.
Regurgitasi: Makanan atau cairan asam terasa naik ke kerongkongan atau mulut.
Nyeri Dada: Rasa tidak nyaman yang terkadang mirip dengan gejala serangan jantung.
Kesulitan Menelan (Disfagia): Terasa ada benjolan di tenggorokan. Batuk Kering Kronis atau suara serak.
• Penyebab Utama GERD
GERD terjadi karena melemahnya katup otot, sfingter esofagus bawah, yang seharusnya mencegah makanan di lambung naik kembali ke atas.
Hal ini bisa dipicu oleh kelebihan berat badan (obesitas), kehamilan, merokok atau menghirup asap rokok, konsumsi makanan tertentu (lemak, pedas, cokelat, kafein, alkohol).
Dikutip dari Granostic Diagnostic Center, mengatasi GERD bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
– Perubahan gaya hidup yakni menghindari makan dalam porsi besar, tidak langsung berbaring setelah makan, dan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
– Melalui obat-obatan, yakni penggunaan antasida, penghambat reseptor H2, atau Proton Pump Inhibitors (PPI) seperti omeprazole. Semua bisa diperoleh dengan resep dokter.
– Melalui tindakan medis, yakni jika obat-obatan tidak membantu, prosedur bedah mungkin diperlukan untuk memperkuat katup esofagus.
Menurut penelitian medis, GERD tidak langsung menyebabkan kematian, namun jika dibiarkan dan tidak diobati, bisa menimbulkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.
Ancaman jiwa itu di antaranya kanker esofagus, perdarahan parah, atau pneumonia aspirasi (infeksi paru akibat asam lambung masuk ke paru-paru).
Gejala GERD yang mirip serangan jantung sering disalahartikan. Padahal GERD tidak memengaruhi jantung secara langsung meskipun stres akibat GERD bisa memicu palpitasi. Apa itu? Sensasi jantung berdebar, jantung terasa berdetak terlalu cepat, terlalu kuat, atau dengan irama yang tidak beraturan yang bisa dirasakan di area dada, leher, hingga tenggorokan. (nan)
