SELASARSURABAYA – Kurma biasanya disantap langsung tapi hotel di Surabaya mengolah kurma sebagai rujak. Ini disajikan sebagai salah satu menu andalan untuk berbuka puasa.
Rujak kurma merupakan perpaduan antara racikan bumbu rujak dengan kurma, sehingga menciptakan rasa yang unik sekaligus menyehatkan.
“Kenapa pakai kurma mesir untuk bumbunya, karena kurma mesir teksturnya lebih lembut, cocok dengan tekstur dari gula jawa yang biasa kita pakai,” ujar Mamik, selaku juru masak menu lokal Java Paragon Hotel, Kamis (25/2/2026) sore.
Sajian rujak kurma ini mengombinasikan kurma dengan buah-buahan segar seperti bengkuang, nanas, belimbing, pepaya, melon, dan timun, dipadukan bumbu berbahan gula Jawa, asam, bawang putih, serta kacang mede sebagai pengganti kacang tanah, dan tanpa petis seperti rujak pada umumnya. Rujak kurma ini bercita rasa manis segar.
Kurma mesir digunakan sebagai bahan utama, sementara kurma Tunisia melengkapi topping rujak kurma.
Rujak kurma bukan hanya menarik secara rasa, tetapi juga kaya manfaat. Kurma sangat baik untuk mengembalikan energi setelah berpuasa, tinggi serat, dan membantu pencernaan.
“Kami mengolahnya menjadi rujak kurma agar lebih segar, ringan, dan tetap bernutrisi,” tukasnya.
Tak hanya rujak kurma, hotel di kawasan Surabaya barat itu juga menyajikan menu khas Timur Tengah yang identik dengan Ramadan. Di antaranya Kambing Guling, Shawarma, Nasi Kebuli, hingga Gulai Maryam.
“Kami ingin menghadirkan perjalanan rasa yang beragam dalam satu momen berbuka puasa. Menu khas Timur Tengah yang lekat dengan Ramadan kami padukan dengan kuliner lokal yang sudah akrab di lidah masyarakat seperti rujak,” tutur Executive Chef Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, Randy Unggul. (rur)

