Selasa, Mei 12, 2026
BerandaHeadlinesMahasiswa UK Petra Bikin Yoghurt Berbahan Buah Maja untuk Suguhan Sehat Lebaran

Mahasiswa UK Petra Bikin Yoghurt Berbahan Buah Maja untuk Suguhan Sehat Lebaran

SELASARSURABAYA – Beberapa hari menjelang lebaran di Indonesia, tradisi mudik dan jamuan khas yang identik dengan hidangan bersantan serta tinggi gula menjadi tantangan bagi kesehatan pencernaan masyarakat. Menjawab fenomena tahunan ini, lima mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra memperkenalkan GO! MAJA. Sebuah terobosan pangan fungsional berbasis Greek Yoghurt yang memanfaatkan ekstrak buah maja (Aegle marmelos).

GO! MAJA dikembangkan oleh tim yang merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu di UK Petra, antara lain Ardan Rezon Prasetio (Business Management), Audrey Hadara Wattimena (Desain Komunikasi Visual), Aurelia Callysta (Branding and Digital Marketing), Fedilia Yanson Widio (Culinary Business Management), dan Samuel Jason Liwanto Lie (Branding and Digital Marketing).

Ketua Tim GO! MAJA, Ardan Rezon Prasetio, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari riset mendalam untuk mengubah persepsi publik.

“Kami ingin membuktikan bahwa buah maja yang sering terabaikan sebenarnya adalah “harta karun” kesehatan. Dengan kandungan Lektin dan Quercetin, GO! MAJA bukan sekadar minuman sehat, melainkan pelindung dinding lambung yang sangat dibutuhkan saat pola makan kita berubah drastis di hari raya Idulfitri,” ujar Ardan, dikutip Selasa (17/3/2026).

Buah Maja

Berbeda dengan yoghurt komersial pada umumnya yang mengandalkan variasi rasa buah populer, GO! MAJA malah menggunakan keunikan rasa buah itu sendiri. Tim ini berani mendobrak stigma negatif masyarakat terhadap buah Maja yang selama ini dianggap pahit. Tentu saja di bawah bimbingan David Kristanto, S.E., M.M., dosen School of Business and Management UK Petra, produk ini membuktikan bahwa biodiversitas lokal yang terabaikan dapat diolah menjadi aset kesehatan bernilai tinggi.

“Keunggulan GO! MAJA terletak pada formulasinya, di mana Greek Yoghurt dipadukan dengan sirup dan jelly sari buah maja murni. Produk ini telah melalui uji laboratorium ketat yang disesuaikan dengan jurnal kesehatan terpublikasi. Secara ilmiah mengonfirmasi bahwa sari buah maja dalam produk ini efektif dalam meningkatkan imunitas, menangkal radikal bebas, serta menjadi solusi preventif untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem pencernaan,” kata David. 

Salah satu tantangan terbesar dalam mengolah buah maja adalah karakteristik after-taste pahit yang kemudian membuat masyarakat enggan mengonsumsinya. Namun, melalui teknik fermentasi yang dikembangkan selama tiga hari oleh tim GO! MAJA, rasa pahit alami itu berhasil diminimalisir secara signifikan. Proses ini tidak hanya menghilangkan stigma ‘buah pahit’, tapi justru menonjolkan profil rasa khas buah maja yang kuat dan segar, sehingga menghasilkan perpaduan cita rasa unik yang tetap nyaman di lidah konsumen.

Mengusung tagline “Start Your Healthy Move”, kehadiran GO! MAJA yang proses produksinya memakan waktu selama empat hari ini menjadi langkah nyata dalam pelestarian bahan pangan lokal yang selama ini terabaikan. Meski baru diluncurkan, produk ini telah mendapat antusiasme tinggi dengan terjualnya 120 pouch di lingkungan kampus UK Petra.
Minuman Probiotik yang dijual dengan harga Rp 5000 per 50 ml ini awalnya dipersiapkan untuk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemendiktisaintek pada April 2026 mendatang. Tapi kini mereka optimis untuk melanjutkan bisnis tersebut secara komersial, karena potensi pasarnya yang menjanjikan.

“Melalui pengembangan yoghurt buah maja ini, saya berharap dapat menciptakan produk inovatif berbasis fermentasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selain memberikan nilai gizi dan manfaat probiotik, produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi yang selama ini diabaikan,” pungkas David yang mengajar di Hotel Management dan Culinary Business Management UK Petra itu. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments