SELASARSURABAYA -Pelaksanaan ibadah haji tahun ini menyuguhkan kisah haru nenek penjual cilok asal Kota Pasuruan, Jawa Timur. Berangkat haji di usia 85 tahun, nenek bernama Mislicha Kasib ini menjadi salah satu jemaah haji tertua tahun 2026
Embarkasi Surabaya.
Tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10, Mislicha berangkat menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Jumat (24/4/2026) pukul 20.20 WIB.
Di usia lanjut, Mislicha menunjukkan semangat luar biasa dalam mewujudkan rukun Islam kelima. Sehari-hari, ia berprofesi sebagai penjual cilok keliling di wilayah Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
“Saya biasanya jualan cilok dengan mendorong gerobak kecil keliling kampung, dan kadang di depannya SMPN 5 Pasuruan, mulai jam 8 pagi. Biasanya, sehari bisa dapat Rp60 ribu, kadang juga Rp50 ribu,” ujarnya saat dijumpai di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).
Dari usaha sederhana tersebut, ia secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung sebagai biaya haji.
Dengan penghasilan harian sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu, Mislicha menabung antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari. Selain itu, ia juga mengikuti arisan sebagai salah satu upaya tambahan dalam mengumpulkan biaya. Ketekunan tersebut mengantarkannya mampu melakukan pendaftaran haji pada tahun 2017 dengan setoran awal sebesar Rp25 juta.
“Uang pendaftaran awal sebesar Rp25 juta itu didapat dari tabungan bank hasil uang arisan dan sisa jualan cilok. Setiap hari saya sisihkan sepuluh ribu rupiah,” imbuhnya.
Perjalanan hidup Mislicha tidak terlepas dari berbagai tantangan. Setelah ditinggal wafat suami, ia membesarkan delapan anak seorang diri. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap berusaha dan menabung demi mewujudkan impian berhaji.
Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Mislicha didampingi oleh putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35), yang mendaftar haji pada tahun 2020 melalui skema penggabungan mahram. Kehadiran pendamping ini diharapkan dapat membantu kelancaran ibadah, khususnya bagi jemaah lanjut usia.
Kisah Mislicha menjadi cerminan keteguhan niat, kerja keras, dan kesabaran dalam meraih kesempatan menunaikan ibadah haji. Embarkasi Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan optimal kepada seluruh jemaah, termasuk jemaah lanjut usia, agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. (rur)


