SELASARSURABAYA – Sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Nasional di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).
Program ini menjadi penguatan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang selama ini dijalankan untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional.
“GPIPS dirancang selaras dengan program prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan finansial melalui sinergi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, seperti dikutip Kamis (14/5/2026).
Aida melanjutkan, implementasi GPIPS 2026 dilakukan melalui sinergi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah dengan penguatan strategi 4K.
“Penguatan implementasi strategi 4K menjadi kunci utama, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan GPIPS 2026 telah dimulai di wilayah Sumatra pada Februari lalu dan dilanjutkan di wilayah Jawa yang sekaligus menjadi peluncuran nasional. Selanjutnya, program serupa akan digelar di Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) dengan menyesuaikan karakteristik inflasi masing-masing daerah.
Menurut Aida, implementasi GPIPS tahun ini difokuskan pada penguatan produktivitas dan kelancaran distribusi pangan guna menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Bank Indonesia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penyelenggaraan GPIPS Wilayah Jawa yang dirangkaikan dengan berbagai program unggulan sektor pangan.
“Berbagai program unggulan tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas pangan, memastikan kelancaran distribusi, mengintegrasikan ketahanan pangan untuk mendukung program pemerintah, memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD), serta memperkuat dukungan pembiayaan sektor pertanian khususnya pascapanen,” terangnya.
Rangkaian kegiatan GPIPS juga diisi dengan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) guna membahas berbagai tantangan strategis pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di masing-masing wilayah.
Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis jangka pendek dan menengah panjang.
Untuk jangka pendek, fokus diarahkan pada penguatan produksi dan stabilitas pasokan pangan strategis melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian, regenerasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, pembiayaan dan perlindungan usaha tani, penguatan offtaker dan kelembagaan pangan daerah, serta penguatan distribusi pangan dan Kerja Sama Antar Daerah.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, strategi diarahkan pada penguatan ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem hulu-hilir melalui perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, penguatan inovasi dan korporatisasi pertanian, hingga penguatan neraca pangan nasional. (rur)


