Kamis, Mei 21, 2026
BerandaHeadlinesPROTEG Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer di Jatim

PROTEG Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer di Jatim

SELASARSURABAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN melalui Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG) 2026. Program ini hadir sebagai solusi pemberdayaan ekonomi guru melalui penguatan keterampilan kewirausahaan, transformasi digital usaha, serta pendampingan pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Mengusung semangat “Guru Hebat, Guru Mandiri”, PROTEG 2026 menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu guru tidak hanya unggul dalam dunia pendidikan, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.

Dalam paparannya pada kegiatan Coaching dan Awarding 40 Nominator Pengembangan Usaha Guru Tahun 2026, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyoroti kondisi sebagian guru non-ASN/GTT yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Banyak guru honorer yang harus mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di sisi lain, perkembangan era digital menuntut guru untuk semakin kreatif dan adaptif terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.

“Ketika guru semakin sejahtera, maka pendidikan akan tumbuh lebih kuat,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Aries melanjutkan, pemerintah menilai bahwa kesejahteraan guru merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Melalui PROTEG, guru diberikan berbagai penguatan mulai dari pelatihan kewirausahaan, digital branding, pengembangan produk, strategi pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar dan networking usaha. Program ini juga mendorong lahirnya mindset entrepreneur di kalangan guru agar mampu menciptakan peluang usaha yang produktif dan berdaya saing.

“PROTEG hadir untuk membangun guru yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing di era digital,” tegasnya.

Aries juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dari fixed mindset menuju growth entrepreneur mindset. Guru didorong agar tidak takut gagal, berani mencoba hal baru, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurutnya, tantangan ekonomi harus dijadikan momentum untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam era digital saat ini, guru juga dituntut mampu menguasai literasi digital dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Guru modern dinilai harus mampu membangun personal branding, memanfaatkan media sosial, marketplace, hingga mengembangkan usaha berbasis teknologi digital.

Berbagai jenis usaha guru yang berkembang melalui PROTEG pun sangat beragam, mulai dari kuliner, fashion, produk digital, edukasi online, jasa kreatif, kerajinan, hingga pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi entrepreneur yang kreatif dan inspiratif.

Program PROTEG terus menunjukkan perkembangan positif setiap tahunnya. Pada tahun 2024 program ini diikuti sekitar 200 peserta, meningkat menjadi 500 peserta pada tahun 2025, dan pada tahun 2026 menjangkau peserta dari 33 kabupaten/kota di Jawa Timur. Bahkan, transaksi usaha guru yang tergabung dalam program ini mencapai rata-rata Rp 5 juta per bulan.

Selain pelatihan, PROTEG juga membangun ekosistem usaha guru melalui pendampingan, branding, networking, marketplace, serta komunitas entrepreneur guru agar usaha yang dijalankan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Sebanyak 40 nominator pengembangan usaha guru terbaik yang mengikuti kegiatan coaching dan awarding disebut sebagai role model bagi guru lainnya di Jawa Timur. Mereka diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus penggerak perubahan ekonomi guru di lingkungan masing-masing.

Aries lantas memberikan pesan motivasi kepada seluruh guru agar terus bergerak maju dan tidak takut memulai usaha.

“Masa depanmu dibangun dari apa yang engkau lakukan sekarang, bukan esok,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa guru hebat adalah guru yang terus belajar, beradaptasi, dan berani berkembang bersama perubahan zaman. Melalui PROTEG 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap lahir lebih banyak guru yang tidak hanya mengajar dengan hati, tetapi juga mampu berkarya dengan inovasi dan menginspirasi melalui kemandirian ekonomi. (nan)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments