Kamis, Mei 28, 2026
BerandaHeadlinesRahasia Menikmati Daging Kambing Tanpa Bau Prengus Ala Java Paragon Hotel

Rahasia Menikmati Daging Kambing Tanpa Bau Prengus Ala Java Paragon Hotel

SELASARSURABAYA – Idul Adha identik dengan olahan daging kambing. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bingung bagaimana cara menikmati daging kambing dengan rasa premium, empuk, kaya rempah, namun tetap nyaman di lidah tanpa aroma prengus yang terlalu kuat.

Menjawab tren kuliner tersebut, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menghadirkan pengalaman berbeda menikmati kambing melalui menu autentik khas Timur Tengah yaitu Laham Mashwi & Nasi Kabsah, terinspirasi dari cita rasa Arab–Tunisia.

Berbeda dari olahan kambing pada umumnya, menu ini menyajikan perpaduan antara daging kambing panggang (Laham Mashwi) dengan teknik slow roast selama berjam-jam serta Nasi Kabsah berbumbu rempah khas Timur Tengah yang kaya aroma namun tetap ringan di lidah masyarakat Indonesia.

Sous Chef Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, Sugiarto mengungkapkan bahwa kunci utama menghilangkan bau prengus kambing bukanlah mencuci daging terlalu lama, melainkan pada pemilihan bagian daging, proses marinasi, serta teknik slow roasting yang tepat.

“Banyak orang sebenarnya menyukai kambing, tapi masih takut dengan aroma yang terlalu kuat atau tekstur yang alot. Kesalahan paling umum saat memasak kambing adalah mencucinya terlalu lama karena dianggap bisa menghilangkan bau. Padahal justru bisa membuat aroma khas kambing semakin keluar,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Berikut cara membuat Laham Mashwi & Nasi Kabsah yang juicy dan anti bau prengus
ala Java Paragon Hotel.

BAHAN UTAMA & MARINASI DAGING
1.5 kg daging paha/pundak kambing (potong ukuran besar)
6 siung bawang putih (haluskan)
1 bombay kecil (haluskan)
Bumbu bubuk:
1 sdm baharat (campuran: jintan, ketumbar, kayu manis, lada hitam, pala, cengkeh, kapulaga)
1 sdt jintan bubuk tambahan
1 sdt ketumbar bubuk tambahan
1 sdt lada hitam bubuk tambahan
3 sdm minyak zaitun
2 sdm air lemon murni
1.5 sdt garam

BAHAN NASI MANDI BERBUMBU
4 cup beras basmati (cuci, rendam 30 menit, tiriskan)
1 bombay (cincang halus)
3 siung bawang putih (cincang halus)
Rempah utuh:
1 batang kayu manis
4 kapulaga
3 cengkeh
2 daun salam
1/2 sdt kunyit bubuk (larutkan dengan 2 sdm air)
Kaldu sisa panggangan kambing + air panas (total 5–6 cup)
2 sdm minyak samin / mentega
GARNISH & SAMBAL PENDAMPING
Topping:
50 g almond iris (sangrai)
30 g kismis (tumis mentega)
Daun ketumbar cincang
Sambal Salatah Har:
2 tomat
3 cabe rawit
1 bawang putih
Segenggam daun ketumbar
Garam secukupnya
Jeruk nipis secukupnya

CARA MEMBUAT
1. Daging Panggang (Laham Mashwi)
2. Campur bawang putih, bombay, baharat, semua bumbu bubuk tambahan, minyak zaitun, air lemon, dan garam. Lumuri ke seluruh daging kambing.
3. Diamkan minimal 2 jam di kulkas (lebih bagus semalaman).
4. Bungkus daging dengan baking paper lalu lapisi aluminium foil rapat agar jus tidak keluar.
5. Panggang di oven suhu 160°C selama 3 jam sampai empuk.
6. Buka foil, tampung air kaldu daging untuk nasi.
7. Oleskan kembali minyaknya, lalu panggang dengan api atas selama 15 menit sampai kecokelatan.

Nasi Mandi
1. Tumis bombay, bawang putih, dan rempah utuh dengan minyak samin sampai harum.
2. Masukkan beras, aduk rata sekitar 1 menit.
3. Tuang kaldu kambing + air panas.
4. Masak dengan api kecil sampai air terserap.
5. Saat hampir matang, tuang larutan kunyit secara acak (jangan diaduk).
6. Tutup, matikan api, diamkan 15 menit.

Sambal
1. Masukkan semua bahan ke chopper.
2. Proses sebentar (pulse) agar tetap tekstur kasar, jangan terlalu halus.
3. Salah satu pengunjung Lanny Nathalia, mengaku awalnya tidak terlalu menyukai olahan kambing karena aroma khasnya. 4. Namun setelah mencoba menu ini, persepsinya berubah.

“Surprisingly, ini salah satu menu kambing terenak yang pernah saya coba. Dagingnya empuk banget, rempahnya terasa tapi tidak overpowering, dan nasinya wangi. Bahkan sambalnya bikin rasanya semakin balance. Kalau biasanya makan kambing terasa berat, yang ini justru ringan dan nagih,” ungkapnya.

Melalui inovasi kuliner ini, Java Paragon Hotel ingin menghadirkan pengalaman menikmati kambing yang berbeda, bukan sekadar hidangan khas Idul Adha, tetapi sebuah perjalanan rasa menuju Timur Tengah yang autentik di tengah Kota Surabaya. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments