SELASARSURABAYA – Dubber Ade Kurniawan, yang suaranya sering mengisi kartun Spongebob, menjalani debut layar lebar di film Foufo. Pria yang akrab disapa Ade Bibir ini dipercaya untuk mengisi karakter Foufo, alien yang terdampar di bumi dan bertemu keluarga Madura.
Menariknya, dalam film Foufo, Ade melakukan teknik sulih suara secara langsung (live dubbing) langsung di lokasi syuting.
Ade yang telah meniti karier di industri sulih suara sejak tahun 1995, mengaku terkejut dengan metode yang diterapkan dalam film ini. Pengalaman ini menjadi hal baru bagi sang dubber senior sepanjang kariernya.
“Awalnya saya kira dubbing seperti biasa di studio, ternyata harus live di lapangan,” ujar Ade, saat press screening film Foufo di Surabaya, Sabtu (27/6/2026).
Karakter Foufo sendiri diwujudkan dalam bentuk boneka yang diperankan oleh Bambang Ceper. Untuk bagian kepala, Bambang mengenakan helm berukuran besar yang berfungsi sebagai patokan arah pandang bagi lawan main di lokasi syuting. Bagian kepala karakter makhluk luar angkasa ini lantas digarap melalui proses animasi Computer-Generated Imagery (CGI) dari leher ke atas pada tahap pascaproduksi.
Teknologi pelacak wajah (face tracker) juga dipasang pada wajah Ade Bibir selama proses syuting. Alat ini berfungsi merekam setiap ekspresi wajah Ade, yang kemudian akan diselaraskan dengan gerakan bibir karakter Foufo agar terlihat natural.
Selama proses syuting, Ade biasanya duduk di depan boneka tersebut sambil mengisi dialog secara langsung, mengikuti arahan dari sutradara Bayu Skak. Bagi Ade, pengalaman ini jadi sesuatu yang benar-benar baru meski ia sudah hampir tiga dekade berkecimpung di dunia dubbing. Ia pun mengaku sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan unik ini.
“Selama hampir tiga dekade saya mendubbing, ini satu pengalaman yang baru buat saya,” ungkap Ade.
Ade pun sangat berterima kasih kepada Bayu Skak yang memberinya pengalaman baru di dunia pengisi suara.
Ditemui dalam kesempatan yang sama,
Bayu Skak sebagai sutradara film Foufo mempunyai alasan tersendiri kenapa memilih metode dubbing langsung. Menurutnya, cara ini bisa menangkap spontanitas emosi secara real-time, sehingga hasilnya terasa lebih hidup.
“Karena agar spontanitasnya bisa langsung ke-capture di situ. Jadi pun nanti kalau misalnya sudah diisi sama Mas Ade di live, Mas Ade juga punya kesempatan menambal kekurangannya di studio,” terang Bayu.
Film Foufo yang diproduksi Skak Studios bekerja sama dengan SinemArt dijadwalkan menghibur para pencinta sinema di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026 mendatang. (rur)

