SELASARSURABAYA – Pameran industri pengemasan dan kecantikan berskala internasional, Allpack Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) bersama East Beauty Pack Expo 2026 digelar di Grand City Convention Hall Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/7/2026).
Penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Allpack Surabaya (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo diselenggarakan secara mandiri, setelah pada tahun-tahun sebelumnya berlangsung bersamaan dengan EastFood Indonesia (IIFEX) Surabaya.
Pemisahan penyelenggaraan ini dilakukan sebagai respons atas tingginya permintaan dan antusiasme peserta maupun pelaku industri yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions sebagai penyelenggara pameran, Daud D. Salim, mengatakan penyelenggaraan Allpack Surabaya dan East Beauty Pack Expo menjadi bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan platform bisnis yang mempertemukan produsen, distributor, importir, eksportir, hingga pelaku industri dari berbagai sektor.
“Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Kami berharap pameran ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, memperbesar pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus mempercepat adopsi teknologi pada industri pengemasan maupun kecantikan,” ujar Daud, disela opening pameran.

Lebih dari 120 perusahaan ambil bagian dalam pameran ini, termasuk 10 pelaku UMKM. Mereka menampilkan teknologi pengemasan, percetakan, mesin pengolahan makanan dan minuman, solusi logistik, manufaktur, hingga inovasi kemasan dan produksi untuk industri kosmetik serta personal care.
“Peserta datang dari 10 negara, termasuk Indonesia,” imbuh Daud.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai pameran internasional tersebut memiliki arti strategis karena dapat memperkuat nilai tambah industri nasional melalui proses hilirisasi.
“Krista Exhibitions menghadirkan format yang mampu menggerakkan energi positif dan produktif. Ada inovasi, sinergi, serta kolaborasi yang sangat kuat. Kegiatan seperti ini akan memberikan penguatan nilai tambah. Ketika sektor manufaktur semakin kuat, proses hilirisasi juga akan berjalan lebih cepat,” terang Khofifah.
Khofifah melanjutkan, Indonesia memiliki sumber daya besar di sektor kelautan, pertanian, agro, dan hortikultura. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar menghasilkan komoditas, melainkan mengolah dan mengemas produk agar memenuhi standar pasar global.
Khofifah berharap hasil pameran tidak berhenti pada transaksi selama empat hari penyelenggaraan. Kolaborasi yang terbangun diharapkan berlanjut dalam bentuk program nyata yang mampu memperkuat industri kecil dan menengah (IKM) di berbagai daerah.
Selain area pameran, penyelenggara Allpack Surabaya 2026 juga menghadirkan berbagai seminar yang membahas desain kemasan, ekonomi sirkular, industri farmasi, manufaktur plastik, hingga strategi penguatan UMKM. Sejumlah kementerian, asosiasi industri, dan pelaku usaha terlibat sebagai narasumber.
Program business matching dan hosted buyer juga disiapkan untuk mempertemukan peserta dengan calon pembeli dan mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri. Skema tersebut diharapkan membuka peluang investasi, memperluas ekspor, serta memperkuat rantai pasok industri nasional.
Allpack Surabaya 2026 dan East Beauty Pack Expo ini berlangsung pada 1–4 Juli 2026, mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. (rur)

