SELASARSURABAYA – Tahun ini Hotel Majapahit Surabaya genap berusia 116 tahun. Rangkaian peringatan ulang tahun hotel bersejarah di Surabaya ini diwarnai langkah inovatif dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan. Salah satunya dengan menggandeng pelaku UMKM kreatif dkoe.zwf untuk menghadirkan koleksi kain dan busana berbahan pewarna alami yang memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan baku utama.
General Manager Hotel Majapahit Surabaya Kahar Salamun mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen pihaknya dalam mengurangi limbah sekaligus memperkuat ekonomi kreatif lokal. Ampas kopi yang selama ini menjadi sisa operasional hotel diolah menjadi pewarna alami untuk menghasilkan kain dengan karakter warna khas bernuansa cokelat keemasan. Kerja sama yang dimulai sejak Maret lalu lahir dari kesamaan visi mengenai keberlanjutan lingkungan.
“Kami melihat limbah ampas kopi ternyata memiliki nilai tambah yang luar biasa. Ini bukan hanya mendukung UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen Accor terhadap program sustainability,” ujar Kahar saat talkshow ‘From Grounds To Couture’, belum lama ini.
Kahar melanjutkan, Hotel Majapahit telah menerapkan berbagai kebijakan ramah lingkungan, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memakai amenitas biodegradable, mengendalikan limbah makanan, hingga memilah sampah untuk dimanfaatkan kembali.
Ia menilai pemanfaatan ampas kopi menjadi pewarna kain merupakan bentuk nyata ekonomi sirkular yang layak dikembangkan.
“Keberlanjutan bukan hanya soal mengurangi sampah, tetapi bagaimana limbah bisa memiliki kehidupan baru dan memberi manfaat ekonomi,” katanya.
Kahar menambahkan, produk kain pewarna alami tersebut mendapat sambutan positif, terutama dari wisatawan mancanegara yang menginap di Hotel Majapahit.
Menurutnya, selain kualitas produk, daya tarik utama terletak pada cerita di balik pembuatannya. Setiap produk dilengkapi informasi mengenai asal-usul bahan, proses produksi, hingga kolaborasi dengan UMKM lokal sebagai bagian dari konsep storytelling yang menjadi ciri khas Hotel Majapahit.
“Mayoritas tamu kami berasal dari luar negeri. Mereka sangat mengapresiasi produk yang memiliki cerita dan nilai keberlanjutan. Karena itu kain ini menjadi salah satu suvenir yang banyak diminati,” tandasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Hotel Majapahit berharap limbah operasional yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk fesyen berkelanjutan sekaligus memperkenalkan kreativitas UMKM Surabaya ke pasar internasional. (rur)

