SELASARSURABAYA – Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) resmi menutup gelaran turnamen basket internasional bertajuk Salonpas Let’s Move-CLS International Cup 2026, Sabtu (4/7/2026) malam. Berlangsung di GOR CLS Kertajaya dan GOR CLS Dharmahusada Utama, turnamen yang digelar sejak 21 Juni itu merupakan rangkaian dari perayaan 80 tahun perjalanan CLS.
Ketua Yayasan CLS Ming Soedarmono, mengaku puas dengan jalannya kompetisi. Menurutnya, pertandingan berlangsung sengit dan kompetitif dengan persaingan yang semakin merata antartim peserta.
“Tahun ini cukup bagus, pertandingannya cukup ramai. Mereka saling mengalahkan di tiap pertandingan,” ujar Ming saat ditemui disela acara penutupan turnamen.
Salah satu kejutan dalam turnamen ini adalah keberhasilan CLS BBM melaju hingga partai final, melampaui prediksi awal yang lebih mengunggulkan Dewa United.
“Kami tidak menyangka BBM CLS bisa masuk ke final, saya kira Dewa United. Tapi baguslah,” tuturnya.
Ming menegaskan, keberhasilan CLS BBM mencapai babak final juga menjadi bukti konsistensi CLS dalam melakukan pembinaan atlet usia muda.
Sementara itu, berkaca dari kesuksesan penyelenggaraan turnamen tahun ini, panitia telah menyiapkan sejumlah evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Salah satu fokus utama adalah menjaga kualitas persaingan dengan menghadirkan tim-tim yang memiliki level sepadan serta memperluas partisipasi negara-negara Asia Tenggara.
“Untuk ke depannya mungkin kita akan cari tim-tim yang setara lagi. Filipina mungkin perlu didatangkan, atau dengan Vietnam. Jadi ada empat negara ASEAN yang bisa join di turnamen ini,” tandasnya.
Dijumpai dalam kesempatan yang sama, Ketua Perbasi Kota Surabaya Sri Bramantyo Sudono, mengungkapkan terkait padatnya jadwal kompetisi bagi para atlet muda di Surabaya.
“Klub-klub dan orang tua untuk lebih bijak mengatur waktu bertanding dan istirahat pemain agar tidak mengalami kelelahan,” ingatnya.
Mengenai peta persaingan, Bramantyo menilai kualitas tim Indonesia sudah mampu mengimbangi tim luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Ajang internasional ini pun dimanfaatkan Perbasi Surabaya sebagai wadah pemantauan serta seleksi pemain menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah pada November mendatang dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.
Antusiasme tinggi atas gelaran turnamen ini datang dari tim luar negeri. Yap Yu Tong, pemain andalan asal klub KH Lim Malaysia yang berlaga di kategori KU-16 Putri misalnya. Ia mengaku bangga bisa mendapatkan pengalaman bertanding melawan pebasket Indonesia. Ini merupakan pengalaman bertanding pertamanya di luar Malaysia.
“Saya merasa sangat gembira dan bangga bisa ke sini main dengan pemain Indonesia. Saya boleh belajar banyak. Mereka memberikan permainan yang tangguh bagi saya,” kata Yap Yu Tong yang sukses menyabet gelar Most Valuable Player (MVP) kategori KU-16 Putri.
Turnamen Salonpas Let’s Move-CLS International Cup 2026 ini diikuti klub-klub basket dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang bertanding pada kelompok usia KU-12, KU-14, KU-16 putra-putri, serta KU-25 putra. (rur)
Daftar pemenang Turnamen Salonpas Let’s Move CLS International Cup 2026:
KU-12 Putri
Juara 3: Biffi Surabaya
Juara 2: CLS Surabaya
Juara 1: The Lion Surabaya
KU-12 Putra
Juara 3: Sahabat Semarang SMG
Juara 2: NMO Jakarta
Juara 1: The Lion Surabaya
KU-16 Putri
Juara 3: CLS Surabaya
Juara 2: GCBS Yogyakarta
Juara 1: KH LIM Malaysia
KU-16 Putra
Juara 3: CLS Surabaya
Juara 2: XGC Bandung
Juata 1: ABA Singapura

