Selasa, Juli 14, 2026
BerandaHeadlinesPertama Kali Surabaya Miliki Drone Academy, di Sini Lokasinya

Pertama Kali Surabaya Miliki Drone Academy, di Sini Lokasinya

SELASARSURABAYA – Viralnya video seorang petani di Jombang yang menggunakan drone raksasa saat berangkat dan pulang dari sawah beberapa waktu lalu di media sosial, membuktikan bahwa teknologi nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) modern kini mulai menyentuh kehidupan sehari-hari.

Kini, drone banyak digunakan untuk transformasi industri modern, seperti smart agriculture, inspeksi infrastruktur, hingga logistik global. Akan tetapi kenyataannya di Indonesia, terdapat kesenjangan yang besar antara kebutuhan industri dengan tenaga ahli drone yang terampil.

Melihat peluang ini, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen (UK) Petra berkolaborasi dengan PT SkyWay Aerospace Technology yang didirikan di Indonesia oleh Xiangdao Aerospace Technology (Beijing) Co., Ltd., memperkenalkan Petra Drone Academy.

“Peluncuran program satu tahun ini tujuannya untuk membantu kesenjangan di Indonesia dalam hal pemenuhan kebutuhan tenaga ahli teknis yang tak hanya bisa menerbangkan drone saja, tapi juga menguasai regulasi keselamatan penerbangan sipil, pemrosesan data, integrasi sensor muatan (payload), hingga aspek pemeliharaan,” kata Handy Wicaksono, S.T., M.T., Ph.D., Dekan FTI UK Petra, seperti dikutip Selasa (14/7/2026).

Handy menambahkan, menurut data operasional Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) yang dihimpun oleh Terra Academy, saat ini sudah ada lebih dari 15.000 drone profesional yang aktif beroperasi untuk kebutuhan pemetaan dan dokumentasi industri di tanah air.

Sementara itu berdasarkan laporan riset pasar dari Next Move Strategy Consulting, nilai pasar drone komersial di Indonesia telah menyentuh USD 515,5 juta (sekitar Rp8,2 triliun) pada tahun 2025, dan diproyeksikan melonjak hampir dua kali lipat hingga USD 982,8 juta (hampir Rp 15 triliun) pada 2030.

“Lonjakan angka ini menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan tenaga ahli teknis drone menjadi sesuatu yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 13,77% ini jelas tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem tenaga terampil yang siap mengintegrasikan teknologi tersebut ke berbagai sektor industri,” ujar Handy.

Mahasiswa UK Petra dari berbagai program studi bisa mengikuti program kredit satu tahun pertama di Indonesia dalam bidang Teknologi Aplikasi UAV (Indonesia’s first one-year credit-bearing program in UAV Application Technology) ini. Sebab pelatihan ini setara dengan 20 SKS (Satuan Kredit Semester) yang terdiri dari delapan mata kuliah profesional dan dua mata kuliah pelatihan praktis khusus.

Kurikulum ini mencangkup empat pilar utama, yaitu Foundation Courses, Applied Courses, AI-Oriented Specialized Courses, dan Practical Training Courses.
Handy menegaskan bahwa kurikulum ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri lokal di Indonesia yang tak hanya mengajarkan regulasi dan navigasi penerbangan saja.

“Mahasiswa juga dibekali dengan ilmu rekayasa (engineering) mulai dari kelistrikan, aerodinamika, perakitan mandiri, hingga keunggulan inovatif berupa pengolahan data berbasis kecerdasan buatan (AI-Based Intelligent Recognition),” tambahnya.

Didukung oleh para profesional dan akademisi baik dari China dan Taiwan, mahasiswa yang telah menyelesaikan program ini akan mendapatkan Sertifikat Program Teknologi Aplikasi UAV. Prospek karier dan jaminan masa depan mahasiswa akan sangat menjanjikan, salah satunya berpotensi magang di Taiwan hingga peluang kerja global.

Sebagai academic advisor untuk Petra Drone Academy, Prof. Dr. Bill Tsair-Wang CHUNG dari Chung Yuan Christian University berkomitmen menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif demi menjembatani antara bakat mahasiswa dengan industri UAV global. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments