SELASARSURABAYA – Persebaya Surabaya meraih posisi juara grup B Piala Presiden 2026 setelah menundukkan wakil Thailand, Port FC, dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam WIB. Persebaya mengunci posisi puncak klasemen akhir Grup B dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga laga.
Sebaliknya, hasil pertandingan tersebut mengubur asa Port FC untuk melenggang ke empat besar. Tim asuhan Sarawut Treephan itu tertahan di posisi ketiga dengan koleksi empat poin.
Meski mengemas nilai yang sama dengan Persija Jakarta, sang juara bertahan harus rela tersingkir karena kalah produktivitas gol dari Persija yang menemani Persebaya lolos ke semifinal.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengakui bahwa duel menghadapi Port FC bukanlah laga yang mudah mengingat sang lawan merupakan salah satu tim terkuat di Thailand.
Kini, fokus Tavares langsung teralih ke laga semifinal bertajuk Derby Jatim melawan Arema FC yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (4/8/2026).
Arema FC sendiri melaju ke babak empat besar dengan status runner-up Grup A usai mengalahkan wakil Brunei Darussalam, DPMM FC dua gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jumat (31/7/2026).
Tavares menyadari laga semifinal nanti akan menyajikan tantangan tersendiri, terlebih beberapa pemainnya berada dalam kondisi kurang bugar.
“Berikutnya menghadapi Arema akan menjadi laga yang sulit, karena ada pemain yang cedera. Tapi kami akan melakukan rotasi lagi seperti yang sudah dilakukan,” tutur pria berkebangsaan Portugal ini, usai laga lawan Port FC.
Tavares menyoroti kondisi pemulihan yang dinilai kurang menguntungkan menjelang pertandingan berikutnya menghadapi Arema FC. Ia menyebut perbedaan waktu istirahat antar tim dalam fase grup dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesiapan pemain.
“Lihat, kami akan bertanding melawan Arema. Arema memiliki waktu istirahat satu setengah hari lebih banyak daripada kami untuk pemulihan,” ujarnya.
“Ini tidak mudah bagi tim-tim dari Grup B. Setelah tiga pertandingan dengan jeda singkat, perbedaan waktu pemulihan bisa menjadi faktor pembeda yang besar. Tim lain ‘menunggu di sofa’ dengan waktu ekstra tersebut,” sambung Tavares.
Dalam kesempatan tersebut Tavares turut menyampaikan penghargaan kepada Bonek dan Bonita yang menghadirkan atmosfer luar biasa di Stadion Gelora Bung Tomo. Dukungan tersebut memberikan energi tambahan bagi pemain saat menjalani pertandingan, baik ketika menyerang maupun bertahan. (nan)

