SELASARSURABAYA – TNI Angkatan Darat (TNI AD) secara aktif mengembalikan senyum warga Pulau Madura melalui program ‘Karya Bhakti Skala Besar TNI di Wilayah Madura Tahun 2026’.
Program yang digulirkan oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin pada awal Juli 2026 itu membawa misi utama menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat pedesaan. Ratusan prajurit TNI AD diterjunkan untuk melakukan percepatan pembangunan fisik dan sosial di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
“Kehadiran TNI di tengah masyarakat Madura bertujuan untuk menjawab kesulitan warga, mengakselerasi pembangunan daerah, serta memperkuat ketahanan wilayah,” tegas Rudy.
Melalui program Karya Bhakti Skala Besar 2026, sebanyak 33 jembatan yang tersebar di wilayah Madura dibangun dan direhabilitasi secara masif. Salah satu titik utama yang berhasil dirampungkan adalah Jembatan Garuda di Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, Sampang, serta perbaikan jembatan penghubung di Jalan Perdana Kusuma, Bangkalan.
Program Karya Bhakti Skala Besar tahun 2026 juga berfokus meningkatkan kualitas hunian masyarakat Madura melalui giat Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
377 rumah tidak layak huni menjadi sasaran renovasi di empat kabupaten Madura. Rinciannya, Bangkalan 94 unit rumah, Sampang 94 unit rumah, Pamekasan 94 unit, Sumenep 95 unit, total ada 377 unit.

“Kami masih banyak menjumpai rumah warga yang tidak layak huni, dan kewajiban kami di TNI AD untuk memperhatikan mereka, agar mereka bisa hidup nyaman dan tenang, kami ingin mereka bisa tersenyum,” terang Rudy.
Selain 377 RTLH dan 33 jembatan, program Karya Bhakti TNI AD di Madura juga menyasar pembangunan 52 sumur bor, renovasi 20 sekolah, renovasi 20 rumah ibadah, 4 panti asuhan, hingga fasilitas MCK.
“Karya Bhakti tersebut merupakan bentuk nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Intinya, TNI tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga hadir membantu pemerintah menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegasnya.
Tidak hanya perbaikan fisik, tapi keberadaan prajurit TNI AD tersebut juga membenahi non fisik. Mereka menghadirkan berbagai program sosial dan kemanusiaan, seperti operasi katarak dan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, bakti kesehatan, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga pemberian kaki palsu dan kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ada program fisik, ada program sosial dan kemanusiaan. Semuanya dibutuhkan oleh masyarakat dan pastinya berdampak langsung bagi mereka,” tandas Rudy.
Musa’i, PJ Kepala Desa Rapa Daya, Kecamatan Omen, Kabupaten Sampang, tak kuasa menahan haru. Ia mengaku bersyukur dengan hadirnya prajurit TNI AD yang bergotong royong bersama warga membangun Jembatan Garuda. Setelah sekian lama terkungkung rasa was-was saat melintasi jembatan kurang layak, kini senyum menghiasi wajah warga Desa Rapa Daya.
Bagi warga di pelosok daerah seperti Desa Rapa Daya, jembatan bukan sekadar bangunan penghubung antarsungai, melainkan urat nadi vital yang membuka akses pendidikan, memperlancar distribusi ekonomi, serta mendekatkan layanan kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Namun bagaimana jika jembatan yang menjadi urat nadi vital itu kondisinya sudah tak layak lagi? Tentunya mereka harus tetap melintasinya demi keberlangsungan hidup mereka. Inilah yang menjadi sekelumit gambaran kehidupan warga Desa Rapa Daya.
Mereka harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan yang kondisinya lapuk dan tak jarang jembatan bergoyang tiap kali dilewati kendaraan. Kini sebuah tonggak sejarah baru sedang dirasakan masyarakat Pulau Madura berkat kehadiran Jembatan Garuda. Mereka tak lagi merasa was-was saat melintasi jembatan yang menjadi penyokong denyut kehidupan mereka.
“Sebelum ada jembatan (Garuda) ini, dulunya masyarakat atau warga desa Rapa Daya, juga anak-anak sekolah kalau mau menyeberang sungai menggunakan jembatan yang terbuat dari bambu. Alhamdulillah setelah ada pembangunan jembatan ini masyarakat merasa terbantu,” ujar Musa’i dengan senyum sumringah.
Jembatan Garuda adalah program nasional pembangunan jembatan perintis oleh TNI AD atas penugasan Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan jembatan perintis ini diwujudkan melalui program ‘Karya Bhakti Skala Besar TNI di Wilayah Madura Tahun 2026’ oleh Kodam V/Brawijaya. (rur)

