SELASARSURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menghadirkan layanan transportasi antar kampus Hi UNUSA Shuttle (HUS) sebagai respons cepat terhadap kebijakan pemerintah terkait 8 butir transformasi budaya kerja dan energi.
Lebih dari sekadar solusi mobilitas, program ini dirancang sebagai bagian dari kontribusi nyata Unusa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui efisiensi penggunaan bahan bakar; SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengurangan kendaraan pribadi dan kemacetan; dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya penurunan emisi karbon dari aktivitas transportasi kampus.
Sebagai perguruan tinggi dengan kampus yang terpisah di beberapa lokasi di Surabaya, Unusa menghadapi tantangan mobilitas harian yang cukup tinggi. Kehadiran HUS menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan sistem transportasi internal yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono menyampaikan, program ini juga merupakan bagian dari penguatan kinerja institusi dalam kerangka THE Impact Rankings, yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs secara global.
Melalui program ini, Unusa tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sebagai agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan.
“Inisiatif ini relevan dengan indikator THE Impact Rankings, khususnya pada aspek operational sustainability, energy efficiency, dan sustainable campus mobility,” ujarnya, dikutip Senin (6/4/2026).
Pada tahap awal, layanan Hi UNUSA Shuttle dioperasikan dalam skema uji coba dengan satu unit kendaraan yang melayani rute antar kampus A, B, dan C pada jadwal yang telah ditentukan.
Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur tingkat utilisasi layanan oleh sivitas akademika; potensi pengurangan penggunaan kendaraan pribadi; dan efisiensi konsumsi energi dan biaya operasional.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait penambahan armada serta pengembangan sistem transportasi kampus yang lebih luas dan terintegrasi.
Unusa juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam perubahan budaya mobilitas, dengan mengutamakan transportasi bersama sebagai bagian dari gaya hidup hemat energi.
Dengan peluncuran HUS, Unusa menegaskan komitmennya dalam mengembangkan konsep green campus dan smart mobility, sekaligus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata dalam agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. (rur)


