Senin, Mei 25, 2026
BerandaMetro SurabayaThe Chain, Potret Perjuangan Remaja Pria Lindungi Adik dari Kekerasan Keluarga

The Chain, Potret Perjuangan Remaja Pria Lindungi Adik dari Kekerasan Keluarga

SELASARSURABAYA – Mencuatnya kasus pelecehan seksual pada pria tahun 2024 di Tangerang lalu cukup menyita perhatian publik. Sayangnya, isu ini masih sering dipandang sebelah mata di Indonesia, padahal dampak trauma dan luka psikologis yang dihasilkan tidak kalah mendalam.

Merespons realita tersebut, Petra Theatre Universitas Kristen (UK) Petra mengangkat isu krusial ini ke atas panggung melalui pementasan teater berbahasa Inggris bertajuk “The Chain”.

Melalui narasi yang tajam namun menyentuh, lakon “The Chain” menyoroti kisah tokoh seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun bernama Andrew yang terjepit siklus kekerasan di lingkungan keluarga angkatnya. Hidup di tengah lingkungan yang penuh tekanan dan ketakutan, Andrew juga berjuang melindungi adik perempuannya dari trauma serupa.

Lewat kisah ini, penonton tak hanya menjadikan tontonan ini sebagai hiburan selama 30 menit saja, melainkan diajak masuk ke dalam ruang refleksi mendalam atas potret hubungan kelam antara orang tua dan anak yang kerap tersembunyi di balik pintu rumah.

Menariknya, setelah pementasan usai, Petra Theatre juga menghadirkan sesi diskusi interaktif bersama psikolog UK Petra. Sesi ini membuka ruang bagi penonton untuk membedah lebih dalam mengenai kesehatan mental dan cara memutus rantai trauma dalam keluarga.

“Teater memiliki kekuatan unik untuk menjembatani isu sosial yang sulit dibicarakan secara langsung. Melalui teater juga masyarakat bisa mendapat pengalaman emosional yang bisa dirasakan secara umum. Kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan mental dalam lingkaran keluarga baik itu laki-laki atau perempuan, sekaligus menunjukkan betapa tipisnya batas antara harapan untuk bebas dari ilusi trauma yang membelenggu,” ungkap Shintia Adiningsih Wigati, Pimpinan Produksi The Chain, Minggu (24/5/2026).

Adin, panggilan akrabnya, menambahkan bahwa pementasan ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin yang diperankan serta disutradarai oleh mahasiswa dari berbagai program studi di UK Petra.

Komitmen para mahasiswa dalam menggarap isu sensitif ini pun tidak main-main. Proses audisi telah dimulai sejak Oktober 2025 yang kemudian dilanjutkan dengan latihan intensif selama kurang lebih enam bulan terakhir, untuk memastikan lakon ini tersampaikan secara maksimal kepada penonton.

Karya original The Chain lahir dari kelas Craft of Playwriting di Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra, di mana para mahasiswa diajak untuk mengembangkan dan menulis naskah pementasan teater mereka sendiri.

Dari sekitar 40 karya yang dihasilkan melalui kelas ini, tiga naskah terpilih kemudian diseleksi untuk dipentaskan bersama Petra Theater, dan “The Chain” menjadi salah satu karya yang berhasil terpilih untuk diproduksi di Petra Theatre.

Tak hanya “The Chain”, sepanjang tahun 2026 ada tiga penampilan yaitu “There Was This Girl” (8 Mei 2026), “Controlled” (15 Mei 2026), dan “Hui Jia” (5-6 Juni 2026). (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments