SELASARSURABAYA – Persebaya Surabaya berhasil menuntaskan away Derby Jatim dengan meraih 3 poin penuh melawan Arema FC, Selasa (28/4/2026) sore. Laga Super League pekan ke-30 itu sendiri dihelat di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Gol-gol kemenangan Arek-arek Green Force dihasilkan oleh Francisco Rivera pada menit ke-49’, dan 82’, Jefferson (76’), serta Mikael Tata (86’).
Dengan hasil ini Bajol Ijo bertengger di posisi 4 klasemen sementara dengan 48 poin menggeser Bhayangkara di posisi 5.
Berikut catatan Kukuh Ismoyo, Arek Bonek Sukodono:
Babak Pertama
Permainan Persebaya persis dengan gaya main saat melawan Malut United kemarin. Persebaya dengan sabar saat memulai serangan dan saat melakukan serangan. Tidak tergesa-gesa.
Saat dirasa tidak ada opsi untuk mengumpan ke depan, para pemain tengah dan pemain belakang tidak ragu untuk mengembalikan bola ke belakang sekadar mencari kawan dan para pemain depan mengatur posisi untuk meminta umpan.
Di babak ini trio gelandang Rivera – Milos – Tony memang terlihat sudah clicked. Tony sebagai pemain nomer 6, memfilter serangan Arema FC agar tidak masuk ke final third. Sementara Milos menjadi pemain nomer 8 yang naik dan turun membantu Serangan juga bertahan bersama Tony. Cukup bagus, karena serangan anak asuh M. Santos tidak cukup banyak masuk ke final third pertahanan Persebaya dan berbahaya di babak ini.
Hanya saja mungkin kelemahan Persebaya di babak ini adalah final pass-nya ketika berhasil menyerang, cukup jelek, serta tidak aktifnya para winger Persebaya terlibat dalam permainan. Ini mungkin juga terjadi karena sepertinya Tavares sengaja tidak menyuruh para full back Persebaya, Catur dan Jefferson sering-sering naik terlalu tinggi, sehingga tidak cukup banyak bantuan dari second line ketika para winger mencoba membangun serangan.
Babak Kedua
Saya tidak tahu apa yang terjadi pada tim tuan rumah ini. Tapi di babak kedua permainannya jelek sekali yang tentu saja ini menguntungkan Persebaya. Serangan mereka tidak banyak yang berbahaya, selain itu koordinasi lini belakang mereka kacau.
Persebaya dengan sangat mudahnya melakukan serangan balik cepat dan gampang menemukan pemain di depan yang kadang kosong tanpa pengawalan. Benar-benar kacau lini belakang tim Malang di babak kedua ini. Terutama, Hansamu Yama. Pemain belakang paling kacau di match ini.
Kalau boleh bilang, di babak ini saya masih belum paham kegunaan Ichsas Baihaqi, kalau Mikel Tata jelas, dia bisa memback-up Jefferson saat Jefferson jr naik terlalu tinggi (dan di beberapa kesempatan memang Jefferson cukup bagus dalam membuat peluang untuk Persebaya melalui overlapnya).
Ichsas di babak ini tidak begitu tampak dalam permainan Persebaya. Tidak ketika menyerang, juga tidak begitu membantu banyak ketika Persebaya ditekan. Justru Milos yang perkasa, selepas Tony Firmansyah keluar, Milos beneran menjadi jangkar permainan Persebaya yang naik dan turun tanpa lelah. Ngeriii…
Hadirnya duo Bruno juga menambah kekuatan Persebaya saat melakukan serangan balik. Bruno Moreira yang cepat dan eksplosif, serta Bruno Paraiba yang kuat dalam berduel dan menjadi tembok pantul, lumayan membawa perubahan cukup signifikan di lini serang Persebaya.
Terlepas dari hasil banyak gol, kredit juga harus kita berikan kepada Gustavo Fernandes yang menurut pengamatan saya cukup baik dalam melakukan duel udara dan melakukan sapuan ketika Persebaya ditekan. Perlahan-lahan dia mulai settle dengan Risto Mitrevski di lini belakang Persebaya. Dan tentunya Andhika yang tampil tidak grogi, turut membantu mengamankan keunggulan Persebaya. Good job. Great win.
Dan… Jawa Timur is green!(djo)


