Kamis, Mei 21, 2026
BerandaHeadlinesMendikdasmen Lepas Ribuan Lulusan SMK dan LKP Kerja ke Luar Negeri

Mendikdasmen Lepas Ribuan Lulusan SMK dan LKP Kerja ke Luar Negeri

SELASARSURABAYA – Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. SMK) dan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Dit. Suslat) melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di berbagai negara.

Menariknya, momen pelepasan ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi tonggak penting bagi pemerintah dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global. Ini juga yang kita lakukan dengan melepas lulusan SMK dan LKP untuk bekerja di luar negeri, sebagai salah satu upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, disela acara, Rabu (20/6/2026).

Abdul Mu’ti melanjutkan, seremonial pelepasan yang dilaksanakan secara luring dan daring di Surabaya ini menjadi simbol kebangkitan generasi muda Indonesia yang siap bersaing di panggung dunia melalui keterampilan, kompetensi, dan karakter unggul.

“Langkah ini merupakan wujud nyata semangat Kebangkitan Nasional di era modern, yakni membangun bangsa melalui pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia,” tuturnya.

“Kalian semua akan bekerja di luar negeri dengan keterampilan, dengan ilmu, dan dengan integritas serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang besar,” sambungnya lagi.

Ia menambahkan bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya tentang mencari penghidupan, tetapi juga memperluas wawasan, memperkuat jejaring internasional, dan membawa pulang pengalaman untuk kemajuan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin, mengungkapkan bahwa para lulusan yang akan berangkat ke luar negeri berasal dari 411 SMK dan 30 LKP di seluruh Indonesia. Mereka telah menyelesaikan pendidikan sesuai bidang keahlian dan lolos seleksi kerja internasional untuk ditempatkan di sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Australia, Turki, hingga Arab Saudi.

“Mereka benar-benar sudah siap memasuki dunia kerja internasional pada berbagai sektor seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, dan jasa lainnya,” jelas Tatang.

Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yakni pengiriman 1.500 alumni SMK pada pertengahan 2025 dan 1.600 alumni LKP pada awal 2026. Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan vokasi Indonesia semakin dipercaya dan mampu bersaing secara global.

Lulusan SMK ke Luar Negeri
Ilham Putra Gautama (sedang menelpon), lulusan SMK PGRI 2 Ponorogo yang ikut program kerja ke luar negeri. Foto: Selasar Surabaya

Ada pun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang disebutnya sebagai pahlawan devisa negara sekaligus representasi semangat Kebangkitan Nasional generasi masa kini.

“Jaga kesehatan, jaga nama baik Indonesia, dan teruslah bercita-cita setinggi langit, karena kalaupun jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang dan kalian adalah bintang-bintang itu,” tutur Khofifah.

Dari ribuan lulusan SMK yang akan bekerja di luar negeri tersebut, ada Ilham Putra Gautama (19 tahun). Lulusan SMK PGRI 2 Ponorogo ini mengaku sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti program kerja di luar negeri.

“Nantinya mau ke Korea Selatan, sudah kursus bahasa Korea juga. Alhamdulillah bisa ke luar negeri, ini pengalaman pertama saya ke luar negeri,” ujarnya dengan mata berbinar.

Bersamaan dengan kegiatan pelepasan lulusan SMK untuk bekerja ke luar negeri, Kemendikdasmen juga meluncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) pada SMK sebagai inovasi pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Program ini memberikan tambahan satu tahun pembelajaran untuk memperkuat kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing, budaya kerja, kesiapan mental, hingga literasi hukum dan keuangan. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments