Minggu, Juni 28, 2026
BerandaHeadlinesFilm Foufo Karya Bayu Skak, saat Keluarga Madura Bertemu Alien

Film Foufo Karya Bayu Skak, saat Keluarga Madura Bertemu Alien

SELASARSURABAYA – Industri perfilman Indonesia menghadirkan warna baru melalui film komedi fiksi ilmiah berjudul Foufo. Film terbaru garapan sutradara dan aktor Bayu Skak ini menjadi kolaborasi antara Skak Studios dan SinemArt yang tayang di layar bioskop mulai 9 Juli mendatang.

Film berlatar belakang keluarga Madura di Surabaya ini mengangkat pentingnya arti Ibu dan keluarga. Pemilihan Surabaya sebagai lokasi penayangan utama bukanlah tanpa alasan. Bayu menyebut bahwa langkah ini merupakan bentuk penghormatan bagi kota yang menjadi titik awal perjalanan produksi film tersebut.

“Kita syuting di kawasan Surabaya Utara, tepatnya di Bulak Banteng dan Kenjeran. Syuting juga dilakukan di Bangkalan,” ujar Bayu saat press screening film Foufo di Surabaya, Sabtu (27/6/2026).

Bayu melanjutkan, hampir 80% dari total pemeran adalah wajah-wajah baru yang ditemukan melalui open casting di Surabaya, yang diikuti oleh lebih dari 2.500 peserta.

“Saya ingat sekali saat itu open casting yang ikut mencapai 2.500 peserta di salah satu mal di Surabaya Utara. Itu jadi rekor untuk kami, dan ternyata antusiasmenya sangat tinggi sekali (ikut open casting) untuk warga di Surabaya, Jawa Timur, dan Madura,” terangnya.

Tak hanya itu, film Foufo juga berkolaborasi dengan studio lokal asal Surabaya, Hompimpa, untuk mendesain dan mengembangkan animasi karakter aliennya. Kualitas yang dihasilkan pun tak kalah dengan hasil dari studio nasional dan internasional. Kolaborasi ini juga menjadi bentuk komitmen penghormatan terhadap talenta kreatif lokal di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI).

“Kami ingin menunjukkan bahwa talenta kreatif lokal mampu bersaing, bahkan di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kami dalam menghargai karya anak bangsa,” ungkapnya.

Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim sebagai pemeran utama, didampingi jajaran bintang seperti Habib Jafar, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, hingga Benidictus Siregar. Bagi Tretan Muslim, berperan sebagai pemuda Madura yang berjuang melunasi biaya haji ibunya adalah sebuah tantangan besar.

“Di sini saya harus menunjukkan sisi emosional yang serius, jauh dari konten media sosial saya biasanya. Selain itu, saya harus berdialog dalam tiga bahasa: Madura, Indonesia, dan Jawa dialek Surabaya. Ini sangat menantang karena harus beralih antar bahasa di tengah proses syuting,” tutur Muslim saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.

Film Foufo berkisah tentang seorang pemuda Madura bernama Muslim. Ia menjadi pengepul rongsok di Kampung Rombeng yang hidup di tengah tekanan ekonomi. Ia tengah berjuang melunasi sisa biaya ibadah haji sang ibu, sebuah impian keluarga yang harus segera terwujud di tengah kondisi serba sulit.

Situasi berubah ketika Muslim tanpa menemukan UFO yang jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual material berharga dari benda tersebut, ia justru memilih menyembunyikan UFO beserta seorang alien di dalamnya. Sosok alien itu kemudian ia beri nama Foufo.

Di luar dugaan, keberadaan Foufo justru membawa perubahan dalam hidup Muslim. Teknologi canggih yang dimiliki sang alien perlahan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi keluarganya. Namun, keadaan mulai rumit ketika Foufo kehabisan energi di saat tenggat pelunasan biaya haji ibunda Muslim semakin dekat.

Di titik ini, Muslim dihadapkan pada dilema besar, antara mewujudkan keberangkatan haji ibunya atau membantu Foufo kembali ke pesawat induknya. Konflik inilah yang kemudian menjadi inti cerita, menghadirkan perpaduan antara komedi, drama keluarga, dan fiksi ilmiah dalam satu kisah yang unik. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments