Selasa, Juli 21, 2026
BerandaHeadlinesBI Jatim Sukses Gelar JCFF 2026, Transaksi Capai Lebih dari Rp92 Miliar

BI Jatim Sukses Gelar JCFF 2026, Transaksi Capai Lebih dari Rp92 Miliar

SELASARSURABAYA – Sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim), Pemprov Jatim, dan Pemkot Surabaya dalam penyelenggaraan Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2026 terbilang sukses. Digelar pada 17 hingga 19 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya,
festival tahunan ini berhasil mencatatkan transaksi Rp92,45 miliar.

​Mengusung tema ‘From Local Flavor to Global Horizon’, festival itu menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, UMKM, perbankan, dan akademisi. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem agroindustri nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, menegaskan pentingnya menciptakan nilai tambah pada komoditas lokal unggulan. Menurutnya, hal ini bisa dicapai melalui hilirisasi dan penguatan ekosistem usaha.

“Jawa yang memiliki modal kuat sebagai pusat agroindustri harus didukung dengan peningkatan kapasitas UMKM, kemudahan akses pembiayaan, perluasan pasar hingga ke ranah ekspor, serta penguatan rantai pasok,” ujarnya, dalam keterangan tertulis seperti dikutip Selasa (21/7/2026).

Ia melanjutkan, BI terus berupaya membangun ekosistem yang inklusif. Mulai dari penguatan kapasitas UMKM, kemudahan akses pembiayaan, hingga perluasan akses pasar global dan penguatan rantai pasok.

​Ia juga menyinggung kemudahan transaksi melalui digitalisasi sistem pembayaran. Saat ini, layanan QRIS Cross Border telah terhubung di enam negara. Yakni, Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

​”Masyarakat cukup menggunakan ponsel untuk bertransaksi di negara-negara tersebut tanpa perlu menukar valuta asing. Saat ini kami juga tengah mempercepat kerja sama dengan India dan Arab Saudi,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim mengapresiasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam festival tersebut. Menurutnya, perjalanan JCFF yang dimulai sejak 2022 telah bertransformasi dari sekadar festival kopi menjadi ajang pengembangan ekosistem komoditas yang lebih luas.

​”Berakhirnya festival ini bukan akhir dari perjuangan. Semangat untuk memperkuat ekonomi daerah dan membawa produk lokal ke panggung dunia harus terus berlanjut,” tegasnya.

Ibrahim melanjutkan, pencapaian Rp92,45 miliar didapat dari transaksi melalui business matching perdagangan dan pembiayaan dengan investor domestik, internasional, serta perbankan di Jawa Timur.

​Selama tiga hari penyelenggaraan, JCFF 2026 sukses memfasilitasi berbagai kegiatan strategis, mulai dari business matching pembiayaan, workshop, edukasi sensory mapping, hingga berbagai kompetisi inovasi produk dan home brewing untuk mengasah kemampuan para pelaku UMKM.

​Ia berharap, JCFF 2026 bisa menumbuhkan ekosistem kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah Indonesia ke arah yang lebih tangguh.

Selain itu, ia juga mengharapkan JCFF 2026 mampu meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan produk lokal Indonesia sebagai primadona di pasar internasional. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments