Minggu, Agustus 9, 2026
BerandaHeadlinesDari Buku ke Layar Bioskop, 'Seni Merayu Tuhan' Ungkap Jadi Orang Dewasa...

Dari Buku ke Layar Bioskop, ‘Seni Merayu Tuhan’ Ungkap Jadi Orang Dewasa Bukan Hal Mudah

SELASARSURABAYA – Dalam dunia perfilman Indonesia, banyak karya sastra yang berhasil diangkat ke layar lebar dan mendapatkan sambutan positif dari penonton. Terbaru, ada film ‘Seni Merayu Tuhan’ yang tayang serentak di layar bioskop pada 13 Agustus mendatang.

Film yang diproduksi Wahana Kreator ini merupakan adaptasi dari buku best seller ‘Seni Merayu Tuhan’ karya Habib Ja’far Al Hadar.

Judul ‘Seni Merayu Tuhan’ mungkin akan membuat orang menebak bahwa film ini sebagai tontonan religi. Namun Habib Ja’far memiliki penjelasan berbeda.

“Film Seni Merayu Tuhan ini bukan film religi, walaupun ada sentuhan spiritualitasnya. Secara umum film ini adalah coming of age, mengajarkan anak muda untuk menemukan dirinya agar bisa menentukan visinya,” ujarnya di sela kunjungannya di Surabaya, Jumat (7/8/2026) sore.

Menurutnya, menjadi dewasa bukan perjalanan yang selalu mudah. Ada persoalan cinta, hubungan dengan orang tua, persahabatan, pekerjaan hingga pencarian jati diri yang ikut membentuk seseorang.

“Karena menjadi dewasa itu tidak mudah, menjadi dewasa itu melelahkan, sehingga kita butuh kehadiran sesuatu yang kuat untuk menemani kita,” tegasnya.

Film berkisah tentang seorang pemuda bernama Hikmah (diperankan Ari Irham) yang kehilangan ibunya. Dalam duka mendalam, Hikmah berjuang mendekatkan diri kepada Tuhan agar dapat mendoakan almarhumah ibunya. Namun, dalam prosesnya, ia justru sempat tersesat, melukai orang-orang terdekatnya, dan menghadapi krisis spiritualitas.

Melalui film ini, Habib Ja’far ingin melampaui sekat ibadah ritualistik dan mengajak penonton untuk masuk ke ruang refleksi diri yang lebih dalam.

“Ketika banyak orang bersemangat untuk kembali ke Tuhannya tapi cenderung pendekatannya hanya secara ritual, film Seni Merayu Tuhan ingin mengajak kita semua untuk kembali berefleksi, apakah cara kita beribadah dan menjalani kehidupan hanya untuk mencapai tujuan semu atau benar-benar dilandasi keikhlasan? Semoga film ini bisa menjadi ruang kontemplatif untuk kita bisa kembali berbuat kebaikan sepenuh hati,” ungkapnya.

Film ini juga menjadi debut penyutradaraan Cesa David yang sebelumnya dikenal sebagai editor dan pernah meraih Piala Citra FFI.

Selain Ari Irham, film ini turut dibintangi Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Ja’far, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfandy. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments