Jumat, Agustus 14, 2026
BerandaHeadlinesMahasiswa Untag Ungkap Makna di Balik Dance Viral TikTok di Kalangan Gen...

Mahasiswa Untag Ungkap Makna di Balik Dance Viral TikTok di Kalangan Gen Alpha

SELASARSURABAYA – Tren dance viral di TikTok yang kerap dianggap sekadar hiburan ternyata menyimpan fenomena komunikasi yang menarik. Hal tersebut dikaji mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Leni Wijayanti, melalui tesis berjudul ‘Tren Dance Viral di TikTok sebagai Brainrot Culture: Studi Fenomenologi pada Generasi Alpha di Wilayah Aglomerasi Gerbang Kertasusila.’

Leni melihat bagaimana Generasi Alpha mengenal hingga memaknai berbagai dance yang muncul berulang di TikTok. Untuk menggali pengalaman tersebut, dia melibatkan enam informan yang merupakan siswa SD dan SMP di wilayah Gerbang Kertasusila.

Dari pengalaman para informan, Leni melihat bahwa tren tersebut tidak hanya berhenti pada aktivitas menonton atau menirukan gerakan, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman komunikasi sehari-hari.

“Awalnya saya melihat dance viral sebagai sesuatu yang sangat dekat dengan Generasi Alpha. Mereka bisa mengenali lagu, gerakan, bahkan tren tertentu karena sering melihatnya. Dari situ saya tertarik melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik kebiasaan tersebut,” ujar Leni, dikutip Jumat (14/8/2026).

Melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, Leni menemukan bahwa para informan tidak selalu mengikuti dance viral karena memahami pesan dari kontennya. Humor, hiburan, rasa terhubung dengan teman sebaya, serta keinginan untuk tidak tertinggal dari tren menjadi beberapa hal yang membuat konten tersebut mudah diterima.

“Kadang mereka mengikuti karena lucu, karena teman-temannya juga tahu, atau karena tidak ingin ketinggalan tren. Jadi, ada pengalaman bersama yang membuat sebuah dance menjadi lebih dari sekadar tontonan di media sosial,” jelas Leni.

Dance Viral di Tiktok
Leni berbincang dengan Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro.

Algoritma TikTok juga memiliki peran dalam membentuk pengalaman tersebut. Konten yang sama dapat muncul berulang melalui FYP hingga pengguna mampu mengenali lagu dan gerakan tanpa secara khusus mempelajarinya. Teman sebaya kemudian menjadi ruang untuk saling bertukar informasi sekaligus memperkuat tren yang sedang berkembang.

Menariknya, penelitian Leni menunjukkan bahwa brainrot culture tidak selalu berarti kecanduan media sosial. Keenam informan masih mampu memilih konten yang ingin ditonton, melewati konten yang tidak disukai, serta mengikuti batasan penggunaan media yang diberikan keluarga.

“Brainrot dalam penelitian saya bukan berarti anak-anak kehilangan kontrol terhadap media sosial. Lebih kepada bagaimana sesuatu yang terus mereka lihat akhirnya menjadi bagian dari kebiasaan dan pengalaman sehari-hari,” ungkap Leni.

Leni menemukan proses tersebut berlangsung melalui empat tahapan, yakni paparan konten secara berulang, pemaknaan melalui interaksi sosial, pengalaman tubuh ketika mengikuti gerakan, hingga menjadi kebiasaan dalam penggunaan media digital.

Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya peran keluarga dalam membatasi pengalaman digital para informan. Aturan penggunaan gawai membuat tingkat pengetahuan dan keterlibatan terhadap tren berbeda pada setiap anak.

Di tengah proses akademiknya, Leni juga harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan keluarga. Penyusunan tesis turut mengalami beberapa kali penyesuaian dan pematangan fokus penelitian, termasuk perubahan judul, sebelum akhirnya dapat diselesaikan.

“Membagi waktu menjadi tantangan tersendiri karena kuliah, pekerjaan, dan keluarga harus tetap berjalan. Saya juga beberapa kali harus mematangkan kembali arah penelitian. Dari proses itu saya belajar untuk tetap konsisten dan terbuka terhadap masukan,” tuturnya.

Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkan Leni menyelesaikan studi dengan IPK 4,00, sekaligus menjadikan tesisnya terpilih sebagai salah satu karya menarik.

Leni akan menjadi salah satu wisudawan pada wisuda ke 133 Untag Surabaya 22 Agustus mendatang. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments