SELASARSURABAYA – Tren positif ditorehkan Persebaya Surabaya sepanjang laga pramusim. Enam kemenangan dalam tujuh pertandingan pramusim belum membuat sang pelatih, Bernardo Tavares, puas dengan kesiapan Persebaya Surabaya menatap kompetisi Super League yang akan digelar awal September mendatang.
“Dalam pramusim bukan alasan bagi pemain untuk merasa sudah berada di level terbaik, pemain tetap menyongsong kompetisi yang cukup panjang,” kata Tavares, dikutip Senin (17/8/2026).
Hasil positif di pramusim, tidak membuat Tavares menutup mata terhadap sejumlah kekurangan timnya.
Tavares lantas menyinggung soal kemenangan Persebaya atas Persib dan Persija di kompetisi Piala Presiden 2026. Ia menegaskan kemenangan atas Persib dan Persija tidak boleh diperlakukan sebagai tolok ukur mutlak. Kedua tim tersebut akan menjadi lawan di Super League, tetapi tidak tampil dengan skuad penuh ketika menghadapi Persebaya pada pramusim.
“Jangan lupa, Persib dan Persija, tim yang kami hadapi dan juga akan kami hadapi di Super League, tidak bermain dengan skuad penuh,” tegasnya.
Tavares mengakui para pemain telah memperlihatkan banyak hal baik. Namun, ia menuntut Persebaya mampu mengulang kualitas permainan itu secara stabil dari satu momen ke momen lain.
“Dalam beberapa momen kami menunjukkan hal-hal yang bagus. Namun, kami harus lebih konsisten untuk mengulangi hal-hal baik tersebut,” ujarnya.
Tavares juga meminta trofi pramusim tidak menjadi pusat perhatian berkepanjangan. “Sudah mendapatkan trofi dan saya pikir trofi itu akan masuk museum. Jadi sekarang kami harus fokus pada masa sekarang dan masa depan,” tukasnya.
Menurut Tavares, hasil pertandingan pramusim bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah memastikan Persebaya terus berkembang dan siap menghadapi kompetisi resmi.
“Ini bagus untuk pemain, klub, dan Bonek-Bonita. Menang trofi (Piala Presiden 2026) tentu bagus. Tapi sekarang kami harus memikirkan pertandingan berikutnya dan mempersiapkan semuanya. Kami harus tetap rendah hati,” pungkasnya. (nan)

