SELASARSURABAYA – Seberapa jauh selembar busana bisa menyampaikan pesan? Di tangan para perancang muda, kain dan warna dapat bertransformasi menjadi bahasa visual yang ampuh menyuarakan isu lingkungan, budaya, hingga keresahan sosial.
Inilah yang ditampilkan oleh para mahasiswa angkatan 2022 Desain Fashion dan Tekstil (DFT) Universitas Kristen (UK) Petra dalam pagelaran Innofashion Show 8. Berlokasi di Oval Atrium Ciputra World Surabaya, mulai 14 – 16 Agustus 2026, acara tahunan ini menampilkan total 89 busana dari 21 hasil karya tugas akhir mahasiswa DFT UK Petra.
Mengangkat tema besar bertajuk “Zerith: Rise Beyond Zero”, Innofashion Show kali ini menggambarkan sebuah perjalanan dari ruang kosong menuju puncak tanpa batas, melahirkan karya yang bersifat abadi dengan nuansa distopia dan estetika futuristik.
Cicillia Josephine Setiady Ketua Panitia Innofashion Show 8, mengungkapkan bahwa setiap koleksi yang ditampilkan lahir melalui proses riset dan eksplorasi yang panjang. Dengan begitu, setiap karyanya mampu menyampaikan cerita sekaligus memperlihatkan karakter dari masing-masing desainer.
“Innofashion Show 8 ingin menunjukkan bahwa setiap karya memiliki cerita di balik proses penciptaannya. Kami berharap, koleksi-koleksi yang ditampilkan tidak hanya dapat dinikmati dari sisi visual, tapi juga mampu menyampaikan pesan dan menginspirasi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Puluhan karya dari para desainer muda yang ditampilkan membawa pesan mendalam dalam setiap untaian kainnya. Salah satunya karya dari Eunica Shareen Dellamanda.
Koleksi busana avant-garde karya Eunica ini diberi tajuk Lignum Mortis. Mengambil nama dari bahasa Latin yang berarti “kayu yang mati”, koleksi ini mengangkat isu krusial mengenai deforestasi dan menyuarakan duka atas kepunahan hutan melalui estetika gotik yang kelam, tegas, dan sarat makna.
Visual karya diwujudkan melalui teknik manipulasi tekstil seperti slashing, burnt fabric, dan benang terurai sebagai representasi kerusakan hutan.
Lignum Mortis mengajak penikmat mode menyusuri perjalanan naratif hutan yang terbagi ke dalam tiga tahapan utama, yaitu Radix yang menjelaskan fase awal kehidupan dan keaslian jaringan alam; Cicatrix yang menggambarkan luka, trauma, dan keretakan yang dialami oleh ekosistem hutan; dan Dominus yang menyimbolkan dominasi serta eksploitasi manusia terhadap alam.
“Saya memilih tema tentang deforestasi karena ini merupakan isu lingkungan yang berdampak besar bagi ekosistem Indonesia. Selain itu, karya ini juga bertujuan untuk mengubah persepsi negatif terhadap estetika gotik menjadi media komunikasi visual yang mampu menyampaikan kritik sosial dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Eunica.
Selain dipamerkan dalam Pameran Innofashion Show 8, karya para desainer muda juga turut ditampilkan dalam gelaran malam Fashion Show Innofashion Show 8.
Tak hanya 21 karya tugas akhir para mahasiswa DFT angkatan 2022 yang ditampilkan, terdapat 24 karya lainnya dari para mahasiswa DFT UK Petra angkatan 2023 dan 2024 yang juga ikut dipamerkan.
Gelaran Innofashion Show 8 membuktikan bahwa tugas akhir mahasiswa DFT UK Petra melampaui sekadar keindahan visual dan syarat akademis. Lewat kepedulian pada isu lingkungan, sosial, hingga pelestarian budaya, para desainer muda ini menunjukkan bahwa karya busana di tangan mereka mampu menjadi media komunikasi yang berdampak nyata dan menginspirasi masyarakat. (rur)

