SELASARSURABAYA – Untuk pertama kalinya, produsen mi instan sehat di Indonesia, Ayumie, menggelar kompetisi ekstrakurikuler paduan suara. Bertajuk Ayumie Supervoice 2026, kompetisi paduan suara tersebut menyemarakkan gelaran Jawa Pos EduFun West di Pakuwon Mall Surabaya.
“Kalau sebelumnya kami sukses menggelar kompetisi dance. Maka di gelaran Edu Fun West tahun ini kami menggelar kompetisi paduan suara,” ujar Founder Ayumie Cipto Suwarno Kurniawan, saat ditemui Kamis (3/9/2026) sore.
Pria yang kerap disapa Wawan itu mengungkapkan, kompetisi paduan suara tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi para pelajar dalam mengekspresikan bakat, kreativitas, serta kemampuan mereka untuk membangun kekompakan dalam sebuah tim.
Antusiasme terhadap penyelenggaraan perdana ini terlihat dari 40 tim yang mendaftar dan berasal dari berbagai sekolah di Jawa Timur. Seluruh peserta kemudian mengikuti proses kurasi secara online hingga terpilih 25 tim untuk melanjutkan ke babak kompetisi.
Setiap tim dapat terdiri dari maksimal 22 anggota, menjadikan kemampuan membangun harmoni dan kekompakan sebagai bagian penting dalam perjalanan kompetisi.

Sebanyak 25 tim terpilih berkompetisi dalam babak semifinal pada Kamis, 3 September 2026, sebelum melanjutkan ke grand final pada Sabtu, 5 September 2026.
Dalam setiap penampilannya, peserta membawakan dua lagu, yaitu satu jingle Ayumie dan satu lagu pilihan bebas.
Format ini memberikan tantangan sekaligus ruang kreativitas bagi setiap tim. Jingle Ayumie menjadi bagian yang harus dikuasai bersama, sementara lagu bebas memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan karakter, kreativitas, dan identitas tim masing-masing.
Untuk menambah semangat kompetisi, tersedia total hadiah sebesar Rp10 juta bagi para pemenang.
Wawan mengatakan kehadiran Ayumie Supervoice 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap aktivitas positif pelajar, khususnya dalam mengembangkan bakat dan kemampuan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Paduan suara bukan hanya mengenai kemampuan vokal. Di dalamnya terdapat proses belajar untuk mendengarkan satu sama lain, menjaga tempo dan harmonisasi, bekerja sama, serta menyatukan berbagai karakter menjadi satu penampilan,” terangnya.
Nilai-nilai tersebut, kata Wawan, menjadi bagian yang ingin dihadirkan melalui Ayumie Supervoice 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pengalaman yang relevan dengan dunia mereka.
“Sebagai penyelenggaraan pertama, kompetisi paduan suara ini juga membuka peluang untuk dikembangkan menjadi sebuah kompetisi paduan suara pelajar yang lebih besar dan berkelanjutan di masa mendatang,” tandasnya. (rur)

