Rabu, April 22, 2026
BerandaHeadlinesFenomena Langka, di Tanggal Ini Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Indonesia

Fenomena Langka, di Tanggal Ini Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Indonesia

SELASARSURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa peristiwa Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026. Fenomena langit langka ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

Gerhana Bulan merupakan peristiwa ketika cahaya Matahari terhalang oleh Bumi sehingga tidak sepenuhnya mencapai Bulan. Fenomena ini terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, tepat pada fase purnama.

Pada Gerhana Bulan Total, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Akibatnya, Bulan tidak gelap total, melainkan tampak kemerahan.

Warna merah tersebut disebabkan oleh fenomena hamburan cahaya di atmosfer Bumi (Rayleigh scattering), di mana cahaya berwarna biru tersebar lebih banyak, sementara cahaya merah tetap mencapai permukaan Bulan.

Berdasarkan rilis dari instagram resminya @infobmkg, dikutip Senin (2/3/2026) seluruh proses gerhana dapat diamati dari wilayah Indonesia, meskipun fase awal yang terlihat berbeda-beda di setiap daerah. Secara global, gerhana ini juga dapat disaksikan di kawasan Timur Amerika, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, serta Asia Tengah.

BMKG merilis jadwal fase Gerhana Bulan Total di Indonesia sebagai berikut:

– Gerhana Penumbra mulai (P1): pukul 15.42 WIB / 16.42 WITA / 17.42 WIT
– Gerhana Sebagian mulai (U1): pukul 16.49 WIB / 17.49 WITA / 18.49 WIT
– Gerhana Total mulai (U2): pukul 18.03 WIB / 19.03 WITA / 20.03 WIT
– Puncak Gerhana: pukul 18.33 WIB / 19.33 WITA / 20.33 WIT
– Gerhana Total berakhir (U3): pukul 19.03 WIB / 20.03 WITA / 21.03 WIT
– Gerhana Sebagian berakhir (U4): pukul 20.17 WIB / 21.17 WITA / 22.17 WIT
– Gerhana Penumbra berakhir (P4): pukul 21.24 WIB / 22.24 WITA / 23.24 WIT

BMKG mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dan memilih lokasi pengamatan dengan langit cerah agar dapat menikmati fenomena ini secara optimal.

Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Saat puncak gerhana, Bulan akan tampak merah redup—sering disebut sebagai “Blood Moon”.

Fenomena Gerhana Bulan Total ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ilmu astronomi.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 merupakan bagian dari siklus Saros 133 dan menjadi anggota ke-27 dari 71 rangkaian gerhana dalam siklus tersebut. Sebelumnya, fenomena serupa terjadi pada 21 Februari 2008 dan akan kembali terjadi pada 13 Maret 2044.

BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG agar memperoleh data yang akurat dan terpercaya. (nan)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments