SELASARSURABAYA – Manajemen Persebaya Surabaya menutup Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) hingga akhir musim kompetisi 2025/2026 Super League.
“Persebaya menutup Tribun Utara GBT sampai akhir musim 2025/2026,” tulis Persebaya di akun instagram resmi, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Keputusan tersebut diambil Manajemen Persebaya, setelah berdiskusi dengan jajaran kepolisian dan stakeholder terkait. Dasarnya adalah marak dan masifnya ujaran kebencian serta penyalaan petasan di Tribun Utara GBT pada Senin, 2 Maret 2026, saat Persebaya menjamu Persib.
“Keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan jajaran kepolisian dan stakeholder. Dasarnya adalah marak dan masifnya ujaran kebencian dan penyalaan petasan di Tribun Utara pada Senin lalu, 2 Maret 2026,” tambah pernyataan resmi manajemen.
Beberapa fakta terkait insiden di Tribun Utara:
– Chant bermuatan ujaran kebencian terdengar sepanjang laga.
– Letusan petasan dan nyala kembang api terjadi secara masif.
– Panpel telah memberikan peringatan berulang kali melalui pengeras suara.
– Adanya ancaman penghentian pertandingan jika letusan petasan tidak berhenti. Namun, ancaman tersebut tidak diindahkan oleh oknum suporter. Letusan petasan terus terdengar hingga pertandingan dinyatakan selesai.
“Ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan suporter di dalam stadion. Menjaga marwah sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, serta kemanusiaan,” terang Persebaya.
Kebijakan pengosongan tribun utara ini akan mulai diberlakukan pada pertandingan kandang Persebaya bulan depan.
“Keputusan untuk menutup Tribun Utara akan mulai diberlakukan pada home game melawan Persita pada 4 April 2026,” pungkasnya.
Artinya, penutupan tribun utara Stadion GBT akan terjadi pada empat pertandingan kandang sisa Persebaya pada musim ini. Yakni, saat Persebaya vs Persita Tangerang (4/4/2026), Persebaya vs Madura United (17/4/2026), Persebaya vs PSBS Biak (2/5/2026), Persebaya vs Persik Kediri (23/5/2026). (nan)


