SELASARSURABAYA – Di era digital, segala informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui Google atau Artificial Intelligence (AI) hanya dalam hitungan detik saja. Tetapi justru ini bisa membuat kehilangan makna belajar yang sesungguhnya. Di sinilah institusi pendidikan, termasuk kampus, diuji, mereka harus hadir sebagai ekosistem yang menyelamatkan generasi muda dari kebingungan di era digital.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Kristen (UK) Petra menggelar Petra Parade 2026 pada 6-9 Mei 2026 di Kampus Siwalankerto, Surabaya. Lebih dari pengenalan program studi, Petra Parade 2026 hadir sebagai sebuah ekosistem pertumbuhan manusia seutuhnya.
Melalui tema besar “Exploring the Bright Future”, acara ini menjadi wadah eksplorasi bagi sekitar 2.000 siswa SMA untuk mengenal dunia perkuliahan secara nyata, memahami pilihan program studi dengan aktivitas yang mudah diingat, serta menentukan arah karier sejak dini, di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis.
“Kami percaya bahwa kampus tidak boleh hanya menjadi bangunan fisik tempat belajar, tetapi harus menjadi Home for the Bright. Di sini, siswa diajak menjadi sosok Bright yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga bersinar secara emosional, sosial, dan spiritual. Melalui tema besar ‘Exploring the Bright Future’, kami ingin menciptakan ruang aman bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri,” ungkap Dr. Endo Wijaya Kartika, S.E., M.M., Ketua Panitia Petra Parade 2026, Kamis (7/5/2026).
Dimulai sejak pukul 09.00 WIB setiap harinya, atmosfer kampus UK Petra berubah menjadi ruang bermain yang mengasah otak. Para siswa SMA yang berkunjung tidak hanya berkeliling gedung dan fasilitas kampus, tetapi mereka juga ditantang untuk menguji kecepatan, kreativitas, hingga kemampuan problem solving melalui misi-misi interaktif.
Salah satu pengalaman nyata ini terlihat di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) melalui simulasi “Dental Detective”. Di sini, siswa diajak berperan sebagai ahli odontologi forensik untuk memecahkan misteri kasus melalui identifikasi gigi.
Sementara di sudut lain, prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) mengajak siswa memvisualisasikan ide mereka menjadi karya fisik melalui pembuatan shrink paper keychains yang unik.
Setiap aktivitas dirancang agar teori yang rumit terasa menyenangkan dan mudah diingat. Antusiasme ini terpancar jelas dari wajah para peserta, salah satunya Raphael Vincentius Tanuwijaya. Siswa asal SMA St. Bonaventura, Madiun ini menyatakan rasa bahagianya saat mengikuti Petra Parade 2026.
“Seru banget kegiatannya. Lalu aku bisa bertemu sekaligus sharing dengan teman-teman baru dari sekolah lain,” katanya.
Lebih dari sekadar kemeriahan festival, Petra Parade 2026 menjadi langkah konkret UK Petra dalam mendampingi generasi muda. Dengan memberikan gambaran nyata dunia profesi sejak dini,
UK Petra berupaya untuk membimbing setiap calon mahasiswa sebagai individu yang kuat secara utuh. Menjadi pribadi yang tidak hanya siap terjun ke dunia profesional, tapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat di masa depan. (rur)


