SELASARSURABAYA – Tradisional massage sedang menjadi tren gaya hidup modern di Surabaya. Hal ini seperti diungkapkan Manager Operasional Kayuputih Family Reflexology Group Yustina Ajeng Sasmita.
Menurutnya tradisional massage cukup efektif dalam meredakan nyeri otot, melancarkan peredaran darah, dan memberikan relaksasi. Perpaduan teknik turun-temurun dan penggunaan bahan alami lokal menjadikan tradisional massage sebagai pilihan utama untuk pemulihan fisik di tengah aktivitas yang padat.
“Tradisional massage sekarang menjadi tren gaya hidup modern. Setelah lelah karena seharian beraktivitas, tradisional massage bisa memberikan relaksasi,” ujarnya saat dijumpai disela grand opening Kayuputih Family Reflexology Jemursari Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Ia melanjutkan, tradisional massage banyak diminati kalangan muda. Fenomena anak muda menyukai tradisional massage sebagai bentuk self-care untuk mengatasi “capek pikiran” akibat rutinitas yang padat.
Menjawab tren tersebut, Kayuputih Family Reflexology Jemursari memiliki 18 ruang treatment yang didukung 18 terapis bersertifikat. Outlet ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

“Semua terapis kami menguasai seluruh teknik pijat yang tersedia dan telah melalui proses pelatihan sesuai standar operasional perusahaan,” tukasnya.
Yustina mengatakan, Kayuputih Family Reflexology Jemursari merupakan outlet pertama di Surabaya sekaligus menjadi yang ke 20 di seluruh Indonesia. Kayuputih Family Reflexology Jemursari menghadirkan beragam layanan pijat, mulai dari refleksi, traditional massage, tuina massage, Thailand massage, shiatsu massage, hingga sport massage.
Selain layanan pijat, outlet Jemursari juga dilengkapi fasilitas pencucian kaki sebelum treatment, kamar mandi di setiap ruang perawatan, kimono dan handuk untuk setiap pelanggan, serta minuman hangat atau air mineral setelah treatment. (rur)

