Selasa, Juni 30, 2026
BerandaBisnisBI Ungkap Modal Utama Tingkatkan Kepercayaan Investor di Jatim

BI Ungkap Modal Utama Tingkatkan Kepercayaan Investor di Jatim

SELASARSURABAYA – Stabilitas makroekonomi yang terjaga merupakan modal utama dalam meningkatkan kepercayaan investor di Jatim. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) Ibrahim, dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar pekan lalu di Surabaya.

Menurut Ibrahim, posisi strategis Jatim sebagai gerbang kawasan Indonesia Timur, didukung infrastruktur yang terus berkembang dan struktur ekonomi yang tangguh, menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

“Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus berbenah. Jatim memiliki modal tersebut,” ujar Ibrahim, seperti dilansir Senin (29/6/2026).

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah menghadirkan investasi yang lebih berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tantangan ke depan adalah menghadirkan investasi yang semakin berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) diadakan oleh BI Jatim bersama Pemprov Jatim dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur.

Forum tersebut menjadi wadah koordinasi strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong investasi yang berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa investasi yang berkualitas harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Khofifah, sejumlah langkah strategis perlu dipercepat, mulai dari penyelesaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), hingga penyelesaian berbagai hambatan investasi.

“Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” tukasnya. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments