Sabtu, Agustus 8, 2026
BerandaHeadlinesMitos atau Fakta? Bediding Bisa Sebabkan Flu

Mitos atau Fakta? Bediding Bisa Sebabkan Flu

SELASARSURABAYA – Fenomena udara dingin atau bediding yang melanda wilayah Jawa Timur beberapa waktu terakhir kerap memicu salah kaprah di masyarakat terkait dampaknya bagi kesehatan. Menanggapi hal tersebut, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen (UK) Petra, dr. Octavianus Eka Saputra, Sp.A., mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan suhu drastis ini, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.

Octavianus meluruskan mitos yang menyebut bahwa udara dingin langsung menyebabkan flu atau masuk angin.

“Faktanya, flu disebabkan oleh virus, bukan oleh suhu udara. Namun udara dingin dan kering ini bisa membuat lapisan lendir pelindung di saluran napas mengering. Akibatnya, pertahanan alami tubuh melemah dan virus menjadi lebih mudah masuk,” ujar dokter spesialis anak yang akrab disapa dr. Eka tersebut, seperti dikutip Senin (20/7/2026).

Eka menjelaskan bahwa dampak bediding tidak hanya terbatas pada gangguan saluran napas seperti batuk, pilek, atau kekambuhan asma. Secara biologis, tubuh akan menyempitkan pembuluh darah di permukaan kulit saat suhu turun untuk menahan panas.

“Penyempitan pembuluh darah ini dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba. Oleh karena itu, penderita hipertensi dan gangguan jantung harus jauh lebih waspada selama fenomena ini berlangsung,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena bediding dipicu oleh Angin Monsun Australia dan langit yang minim awan selama musim kemarau. Siklus tahunan ini diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus, dan akan berlangsung hingga September mendatang.

Untuk mengantisipasi dampak buruk bediding, Eka membagikan 5 langkah taktis pencegahan untuk keluarga:
– Gunakan Pakaian Hangat Berlapis Kenakan kaus kaki dan selimut, terutama pada malam hingga dini hari.
– Pantau Hidrasi Anak
Udara dingin sering memanipulasi rasa haus. Pastikan anak-anak tetap minum air dan mendapat nutrisi cukup karena tubuh membakar energi lebih banyak untuk menghangatkan diri.
– Jaga Kebersihan Tangan
Rutin mencuci tangan untuk menekan penularan virus di ruang tertutup.
– Tetap Aktif dan Cukup Istirahat Menjaga kebugaran sebagai booster alami daya tahan tubuh.
– Waspadai Tanda Bahaya pada Anak
Segera periksakan ke dokter jika anak mengalami demam tinggi, sesak napas, tampak lemas, atau menolak makan dan minum.

“Bediding adalah dinamika alam yang wajar. Bagian terpenting adalah bukan mencemaskan udara dinginnya, melainkan bagaimana kita menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat untuk melindungi diri dan keluarga,” simpulnya. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments