Jumat, Juli 31, 2026
BerandaHeadlinesMahasiswa Lintas Negara iCOP Bawa Produk Kopi Desa di Mojokerto Berdaya Saing...

Mahasiswa Lintas Negara iCOP Bawa Produk Kopi Desa di Mojokerto Berdaya Saing Global

SELASARSURABAYA – Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya kembali menggelar International Community Outreach Program (iCOP) sebagai bentuk konsistensi pengabdian kepada masyarakat. Tahun 2026 ini, iCOP kembali ke Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Program-program iCOP difokuskan pada pengembangan potensi serta penanganan masalah utama desa, seperti manajemen pengelolaan sampah, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, pemberdayaan ibu-ibu PAUD, dan penguatan branding desa kopi.

Berlangsung mulai 13 Juli hingga 7 Agustus 2026 dan mengusung tema besar “Transforming Society”, iCOP kali ini diikuti oleh 124 peserta, terdiri dari 57 mahasiswa Indonesia (Surabaya, Kupang, Maluku) dan 67 mahasiswa asing (Korea, Hongkong, Jepang, Singapura, Belanda, Taiwan). Mereka mewakili sembilan universitas yang ikut terlibat dalam membangun enam dusun di Kabupaten Mojokerto sesuai disiplin ilmunya masing-masing.

Selama kurang lebih tiga minggu, bersama para Dosen Pendamping Lapangan, peserta dibagi ke dalam enam kelompok (masing-masing beranggotakan 20-22 mahasiswa lintas negara) dan tersebar di enam dusun, yakni Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kec. Pacet; Dusun Podorejo, Desa Sajen, Kec. Pacet; Dusun Wiyu, Desa Wiyu, Kec. Pacet; Dusun Tlebuk, Desa Wiyu, Kec. Pacet; Desa Gumeng, Kec. Gondang; dan Desa Dilem, Kec. Gondang.

Di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, para mahasiswa lintas negara itu belajar langsung mengenai proses pengolahan biji kopi, mulai dari tahap pembibitan, penanaman, hingga penyangraian dan penggilingan.

Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Dilem memiliki kondisi alam yang ideal untuk tanaman kopi. Kopi robusta yang dihasilkan di sini dikenal memiliki cita rasa khas dengan kadar kafein yang kuat.

Mahasiswa iCOP

“Selain potensi di sektor komoditas kopi, Desa Dilem juga punya daya tarik wisata pendakian Bukit Semar yang saat ini sudah beroperasi,” ujar Agus Arianto Toly, Dosen Pendamping Lapangan mahasiswa peserta iCOP di Desa Dilem, Kamis (30/7/2026).

Dosen Akuntansi Pajak UK Petra tersebut melanjutkan, sayangnya kawasan Desa Dilem belum memiliki fasilitas basecamp yang layak sebagai tempat transit para pendaki. Menjawab tantangan ini, peserta iCOP menginisiasi program pengembangan kopi lokal—mulai dari branding, pembuatan kemasan, hingga pengelolaan media sosial.

“Kami juga mengaktifkan Kafe Dilem sebagai basecamp pendakian Bukit Semar guna mewujudkan Dilem sebagai “Desa Kopi”,” imbuhnya.

Melalui sentuhan inovasi mahasiswa lintas negara, potensi kopi lokal di Desa Dilem dipoles menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi dan berdaya saing global.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Dilem Heru, mengatakan selama ini warganya mengelola lahan perkebunan di kawasan Perhutani, tepatnya di samping jalur pendakian Bukit Semar. Namun, potensi besar tersebut belum tergarap maksimal dari sisi pemasaran.

Kehadiran mahasiswa iCOP yang berasal dari lintas negara memberikan perspektif baru bagi para petani kopi setempat. Pendampingan ini memotivasi warga untuk memperluas lahan kopi mereka.

“Dulu kebun kopi warga hanya 7 sampai 8 hektare, sekarang sudah bertambah menjadi sekitar 15 hektare. Hasil panen mencapai 3-4 ton dengan harga jual biji mentah kering yang kompetitif, antara Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram,” kata Heru. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments