Minggu, September 27, 2026
BerandaHeadlinesPeringati Hari Sungai Sedunia, Lohjinawi Ajak Warga Bersihkan Kali Mrutu Surabaya

Peringati Hari Sungai Sedunia, Lohjinawi Ajak Warga Bersihkan Kali Mrutu Surabaya

SELASARSURABAYA – Hari Sungai Sedunia diperingati tiap tahunnya pada hari Minggu terakhir di bulan September yang pada tahun 2026 ini jatuh pada tanggal 27 September. Ini sebagai momen penting untuk menjaga sungai urat nadi kehidupan planet bumi. Hal ini pula yang dilakukan organisasi berbasis lingkungan, Yayasan Lohjinawi.

Memperingati Hari Sungai Sedunia, organisasi yang berasal dari Surabaya itu menggerakkan sekitar 300 warga dalam aksi ‘Kali Mrutu Menuju Sungai Lestari’ di Kali Mrutu, Wonokusumo, Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, Sabtu (26/9/2026) dan Minggu (27/9/2026).

Dalam aksi tersebut, kader bank sampah dan komunitas lingkungan dilibatkan membersihkan aliran Kali Mrutu, menanam pohon di sekitar titik pengambilan sampah, sekaligus melakukan blusukan ke permukiman untuk mengedukasi warga bantaran kali.

“Kali Mrutu dipilih karena merupakan salah satu titik pemasangan trash boom di bagian hulu dengan kondisi sampah cukup berat. Sampah dari kawasan ini berpotensi terbawa hingga Selat Madura,” ungkap Direktur Yayasan Lohjinawi Jawa Timur Yasmin Mulyana, saat ditemui di sela aksi bersih-bersih Kali Mrutu, Sabtu (26/9/2026).

Yasmin melanjutkan, pemasangan trash boom dilakukan di Kali Mrutu Jalan Wonoarum sebagai titik hulu dan Bulak Banteng di bagian hilir, untuk menangkap sampah yang terbawa aliran sungai.

Lohjinawi Kali Mrutu Surabaya

Menurutnya, sampah yang diangkut dari kedua trash boom yang memiliki panjang masing-masing sekitar 25 hingga 27 meter itu, mencapai sekitar 500 kilogram hingga satu ton per hari.

Selama Juni-Agustus 2026, Program Sungai Lestari di Kali Mrutu telah mengumpulkan sekitar 56 ton sampah untuk dipilah dan didaur ulang.

Yasmin menegaskan, aksi tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan sungai, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.

“Sungai bukan tempat sampah yang luas. Tugas kita mengajak warga memilah sampah dari sumber sekaligus mengampanyekan agar tidak membuang sampah di sungai,” ujar Yasmin.

Menurut Yasmin, masih terdapat sejumlah kebiasaan dan mitos yang membuat masyarakat membuang benda tertentu ke sungai. Di antaranya membuang popok dengan anggapan dapat mencegah ruam serta melarung kasur ketika ada anggota keluarga yang meninggal.

Karena itu, edukasi dan keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam Program Sungai Lestari yang dijalankan Lohjinawi di Surabaya.

Hingga kini Lohjinawi telah membentuk sekitar 500 bank sampah dengan kapasitas serapan sekitar 20 ton sampah per bulan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumber.

Program Sungai Lestari merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini diimplementasikan UNDP Indonesia bersama Clean Rivers melalui Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).

Di Surabaya, program tersebut melibatkan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Yayasan Lohjinawi sebagai mitra implementasi di lapangan. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments