Rabu, September 30, 2026
BerandaInspirasiBI Edukasi dan Literasi Al-Qur'an Sejak Dini Lewat Lomba Tahfidz FESyar Jawa...

BI Edukasi dan Literasi Al-Qur’an Sejak Dini Lewat Lomba Tahfidz FESyar Jawa 2026

SELASARSURABAYA – Edukasi dan literasi Al-Qur’an perlu dilakukan sejak usia dini. Salah satu melalui lomba tahfidz. Ini seperti yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

“Kami ingin menanamkan edukasi dan literasi, penguatan karakter Al-Qur’ani, moral, serta nilai-nilai keislaman sejak dini,” ujar Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Christoveny Kasnav, usai pengumuman pemenang Lomba Tahfidz dalam rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, pembentukan karakter tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki integritas, berakhlak mulia, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Tujuannya membentuk leader atau pemimpin yang berintegritas, berakhlak mulia dan berpedoman berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.

Christoveny menambahkan, animo masyarakat terhadap lomba tahfidz setiap tahun terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah peserta tahun ini yang mencapai 243 orang, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan semakin besarnya minat anak-anak untuk mempelajari serta menghafalkan Al-Qur’an.

Ia juga mengapresiasi kemampuan para peserta yang masih berusia belia. Menurutnya, sejumlah peserta sudah mampu menunjukkan hafalan, tajwid, makhraj, hingga ketepatan panjang-pendek bacaan yang cukup baik.

“Anak-anak sekarang untuk pemahaman ataupun bacaannya sudah luar biasa,” imbuhnya.

Ia berharap kemampuan menghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca dan mengingat ayat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Juri Lomba Tahfidz FESyar 2026 Mohammad Baidum Makenun, mengatakan kompetisi tersebut dapat menjadi sarana untuk memotivasi peserta agar semakin bersemangat dalam menjaga dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an.

Ia menegaskan hasil perlombaan bukan satu-satunya tujuan. Peserta yang belum mendapatkan juara diharapkan tidak menganggapnya sebagai kegagalan, melainkan sebagai motivasi untuk memperbaiki kemampuan.

“Jadi bukan kegagalan itu menjadikan teman-teman tidak mau menghafal lagi, tetapi lebih semangat lagi. Harapan kita seperti itu,” tandas Imam Besar Masjid Manarul Ilmi ITS itu. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments