SELASARSURABAYA – Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori akhirnya diadaptasi jadi film. Disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, film ini membawa kisah bagaimana sejarah pergerakan para pemuda pada tahun 90an, serta insiden penculikan terhadap para aktivis saat itu. Meskipun cerita fiksi, namun film ini mengisahkan rasa kehilangan, daya tahan, sekaligus harapan.
Film ini menjadi film panjang perdana bagi rumah produksi PT Layar Berkembang Senantiasa atau Pal 8 Pictures, yang berada di bawah naungan Tempo Media Group. Melalui Laut Bercerita, Pal 8 Pictures ingin menghadirkan film dengan cerita yang relevan dengan persoalan masyarakat, khususnya yang berkaitan isu sosial, politik, budaya, dan sejarah.
Sutradara film Laut Bercerita, Yosep Anggi Noen, mengatakan bahwa bagi seorang seniman seperti dirinya, setiap karya memang terlahir dari proses kepekaan atas lingkungannya.
Bentuk novel dan film bisa saling memperkaya dan mengisi sebagai sebuah pengalaman menarik bagi penonton.
“Kami berbicara tentang masa lalu yang sebenarnya kita tahu belum ada kejelasannya. Seperti orang hilang, pelanggaran hak asasi manusia,” ujar Yosep disela penayangan khusus film Laut Bercerai di Surabaya, akhir pekan kemarin.
Melalui film ini, Yosep menuturkan semata-mata tujuannya untuk mengingatkan kepada generasi saat ini, bahwa kemanusiaan adalah hal yang paling mendasar dan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan harapan, sejarah yang buruk tersebut tidak terulang kedepannya.
“Caranya adalah dengan membuat film yang kemudian bisa menjadi jendela bagi kita untuk melihat sejarah kita yang masih belum terselesaikan dan masih gelap. Sebab, menyongsong masa depan yang lebih baik adalah ketika kita memiliki kejelasan tentang sejarah kita,” ungkapnya.
Dalam film berdurasi 135 menit itu, artis Reza Rahadian berperan sebagai tokoh utama, Biru Laut. Reza beradu akting dengan Arswendy Bening Swara dan Christine Hakim yang memerankan kedua orang tuanya. Sementara itu, Yunita Siregar berperan sebagai adik Laut, Asmara Jati.
Sejumlah artis ternama lainnya turut membintangi film ini. Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Kinan, Yoga Pratama sebagai Bram, Ben Nugroho sebagai Alex. Kevin Julio sebagai Daniel, Dewa Dayana sebagai Sunu, Nagra Kautsar sebagai Naratama, Natalius Chendana sebagai Julius, dan Afrian Arisandi sebagai Gala. Mereka merupakan bagian dari kelompok Winatra. Selain itu, ada juga Ibnu Jamil sebagai wartawan Majalah Tera, sedangkan Eva Celia memainkan penan Anjani, kekasih dari Laut.
Sosok Laut menjadi figur sentral dalam cerita yang berlatar situasi Indonesia pada era 1990-an yang penuh gejolak. Ia menyuarakan keresahan dan melakukan perlawanan terhadap penguasa. Apalagi, film ini juga dibangun melalui laporan dan tulisan jurnalistik yang menggambarkan penculikan hingga kematian para aktivis mahasiswa pada masa itu.
Setelah bergabung dengan organisasi Winatra, Laut menemukan kesamaan visi dengan Kinan, Bram, Sunu, Daniel, Naratama, Anjani, Gala dalam membela masyarakat di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Bersama para sahabatnya, ia menyampaikan kritik lewat tulisan dan gerakan terhadap penguasa hingga akhirnya menjadi buronan. Akibat aktivitas itu, Laut bersama sahabatnya harus berpindah-pindah tempat untuk menyelamatkan diri, mulai dari Lampung,, Padang, hingga Batam.
Namun, setelah lama melarikan diri, keberadaan Laut tetap terlacak hingga akhirnya ia diculik. Dalam penahanan, Laut mengalami berbagai penyiksaan hingga tewas. Hingga akhir cerita, tidak ada yang mengetahui keberadaan jasadnya. Sementara itu, dua rekannya, Alex dan Daniel dibebaskan.
Kehilangan Laut membuat keluarga dan orang-orang terdekatnya harus menghadapi ketidakpastian. Mereka terus berusaha mencari jawaban sekaligus menjaga harapan agar satu hari nanti Laut akan kembali.
Film Laut Bercerita tayang perdana pada 11 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan, dan akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026. (rur)

