Rabu, Maret 11, 2026
BerandaHeadlinesHadirkan Marchendise Premium, Dosen di Surabaya Gandeng UMKM Batik

Hadirkan Marchendise Premium, Dosen di Surabaya Gandeng UMKM Batik

SELASARSURABAYA – Sebagai kota metropolis, Surabaya cukup sering menjadi jujugan para wisatawan dari berbagai penjuru daerah maupun mancanegara. Namun sayangnya, Surabaya masih tak banyak memiliki marchendise atau oleh-oleh yang memorable.

“Kebanyakan oleh-oleh nya berupa camilan ya, seperti lapis kukus. Ada juga sih marchendise batik, tapi kadang masih berupa kain,” tutur praktisi public relation di Surabaya, Etty Soraya, Senin (2/6).

Ingin Surabaya memiliki marchendise yang memorable sekaligus berkualitas impor, Etty pun menggandeng pelaku UMKM di Kota Pahlawan menghadirkan produk yang khas sekaligus unik.

“Jadi tahun lalu, saya dan saudara memutuskan untuk mulai bikin beberapa produk seperti tas, dompet, hingga lanyard,” tutur dosen di salah kampus di Surabaya ini.

Memberikan kesan otentik pada desain produknya, Etty menggandeng UMKM batik Surabaya. Batik Suroboyoan menjadi pilihan ibu satu putra ini.

Menurut Etty, salah satu keunggulan dari batik khas Surabaya adalah motifnya yang didominasi warna cerah. Desainnya sendiri menggambarkan keragaman tumbuhan dan lambang Kota Surabaya, Suro dan Boyo, membuat batiknya semakin unik.

Baik batik cap dan batik tulis dipadukan dengan grafir dan motif dengan bahan dasar kulit sapi pilihan sebagai dasar pembuatan beragam tas, dan dompet. Adapula lanyard kulit dengan motif kawung yang khas memberikan kesan tradisional yang elegan.

Selain pelaku UMKM, Etty juga menggandeng anak muda di Kota Pahlawan dalam memproduksi produk yang diberi label Etnapraya itu.

“Saya menggandeng anak muda dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) sebagai desain kreatif Etnapraya,” imbuhnya.

Etty menekankan inovasi dan kolaborasi dalam mengembangkan produk merupakan langkah penting untuk memperkuat keberlangsungan usaha.

“Kenapa saya gandeng anak muda juga, karena saya ingin mewadahi mereka dari ilmu-ilmu yang didapatkan semasa kuliahnya untuk mengembangkan produk industri kreatif. Kemampuan saya yang belum bisa sendiri, ya kenapa tidak untuk kolaborasi,” tukasnya. (gio)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments