SELASARSURABAYA – Ada yang istimewa dalam fashion show Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026. Berlangsung Sabtu (26/9/2026) sore di Exhibition Hall Grand City Surabaya, sejumlah petinggi stakeholder hingga pejabat perbankan di Jawa Timur berlenggak lenggok di atas panggung mengenakan batik karya desainer kenamaan.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) Ibrahim bersama istri, misalnya. Mereka mengenakan busana batik rancangan desainer modest fashion ternama Jawa Timur, Riris Ghofir.
Dalam kesempatan tersebut Riris menampilkan 9 busana hasil karyanya, termasuk busana Muslim, dalam warna biru, maroon dan cokelat. Busana koleksinya dikemas dalam bentuk modern, dihiasi bordir yang indah.
Riris mengungkapkan ia hadir sebagai desainer tamu untuk memeriahkan acara dengan menampilkan busana rancangannya yang dikenakan oleh Destry, Ibrahim dan istri, serta beberapa pejabat bank lainnya.
“Saya senang bisa ikut memeriahkan fashion show ini. Saya hadir sebagai desainer tamu yang menampilkan rancangan yang dikenakan oleh para pejabat Bank Indonesia. Ini merupakan kebanggaan bagi saya,” ujarnya, saat dijumpai di sela acara.

Riris menuturkan, keikutsertaannya dalam fashion show juga sebagai apresiasi kepada Bank Indonesia, karena ia merupakan binaan BI sejak 2023.
Ia menambahkan, ia juga hadir untuk memberikan semangat kepada para desainer muda yang menampilkan koleksi karya mereka di fashion show tersebut.
“Saya ingin memberikan semangat kepada para desainer muda untuk terus mengasah diri dan meningkatkan prestasi agar mampu menembus pasar global. Rancangan mereka bagus-bagus,” tandasnya.
Selain menampilkan aksi panggung sejumlah petinggi stakeholder hingga pejabat perbankan di Jawa Timur, fashion show yang mengusung tema ‘Laras Kirana’ itu turut menghadirkan busana karya desainer berbakat lainnya.
Mereka di antaranya berasal dari perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Cirebon, hingga Tasikmalaya yang mengikuti kompetisi rancang busana.
Koordinator Fesyar Jawa 2026 Yono Haryono, mengatakan kompetisi tersebut merupakan salah satu agenda yang digelar untuk memeriahkan Fesyar Jawa 2026 ini.
“Salah satu kegiatan untuk mewadahi orang-orang kreatif di bidang fashion muslim,” katanya.
Peragaan busana ini merupakan puncak dari rangkaian kompetisi desain busana yang telah berlangsung selama satu bulan penuh.
Rangkaian ajang ini dirancang secara intensif untuk mematangkan konsep para desainer lokal hingga menghasilkan karya siap pakai (ready-to-wear) bermutu tinggi.
Lomba ini melalui proses kurasi satu bulan yang dimulai dari seleksi moodboard, pendampingan desain (coaching), hingga tahap penilaian akhir oleh dewan juri profesional.
Kompetisi dibagi dalam dua kategori yakni pelajar dan profesional. Kategori mahasiswa dan santri pondok pesantren. Serta kategori profesional yang diikuti oleh desainer independen dan pelaku industri modest fashion berpengalaman.
Setiap peserta finalis ditantang untuk merancang tiga tampilan (looks), yaitu Office Look berupa busana kerja formal modern yang memanfaatkan kain tradisional, Casual Look berupa baju santai harian yang trendi dan nyaman serta Party Look berupa busana pesta pesta elegan berstruktur khas busana muslim. (rur)

