SELASARSURABAYA – Persebaya Surabaya gagal mengalahkan tuan rumah Persik Kediri yang berlaga di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Gresik, Jum’at (7/11/2025) malam. Laga Super League pekan ke-11 itu berakhir 1-1.
Arek-arek Green Force unggul terlebih dahulu lewat sundulan kepala Arif Catur Pamungkas pada menit ke-?’. Namun tak lama berselang, Macan Putih mampu menyamakan skor lewat tandukan ?
Bagaimana hasil pengamatan Kukuh Ismoyo, Arek Bonek Sukodono? Berikut rangkumannya:
Babak Pertama
Persebaya bermain mode away. Hanya menumpuk pemain di belakang dan menunggu untuk melakukan counter.
Dan ya, sekali lagi tanpa pressing yang ketat. Hanya bertahan. Dan ini dibuktikan dengan duo full back yang beneran kayak enggan naik hanya stay di belakang.
Masih tidak paham fungsi Milos Raikovic di sini. Jarang dapat bola. Jarang melakukan covering. Jarang terlihat memulai serangan.
Rugi besar membeli pemain ini. Menurut saya, ia gak lebih hebat dari para pemain lokal. Pun, work rate-nya juga gak spartan, das-des, dan prak-prok sama sekali sebagai seorang gelandang yang didapuk sebagai box to box midfielder.
Serangan Persebaya juga tampak tidak bisa berkembang. Sangat template, hafalan dan tidak berubah sejak zaman Munster. Dapat bola dari belakang, long pass ke arah flank, lalu bingung sendiri. Ulangi terus sampei bosen.
Babak Kedua
Apalah tim ini, setiap match kok ada kartu merah terus? Padahal sempat bermain cukup bagus dengan counter attack yang baik, eh malah kena kartu merah. Emaneeee…
Btw menurut hemat saya, kalau gol balasan Persik Kediri ini bukanlah salahnya Catur Pamungkas. Itu tugasnya Dime Dimov. Kenapa dia bengong sendiri malah tidak me-marking Jose Enrique yang seorang striker? Ini kali ke sekian Dime Dimov tidak menunjukkan performa sebagai bek yang patut diandalkan. Duel udara kalahan, covering jelek, apalagi speednya.
Perovic sama saja. Striker malah gagal memanfaatkan peluang emas jadi gol. Peluan itu kalau gol harusnya Green Force jadi unggul 0-2, dan boleh jadi tidak akan ada kartu merah untuk Rivera. Payah semua pemain asingnya.
Persik Kediri paham kalau udara sejak babak pertama mereka unggul terus. Makanya saat kebobolan satu gol, mereka langsung spam crossing ke kotak penalti Persebaya berharap menang duel udara. Eh, ternyata benar. Dan gol.
Makanya kemudian diulangi terus-terusan, dan juga masih berulang kali duel udara mereka menangkan di kotak penalti Persebaya. Hanya saja untungnya banyak yang gagal menemui sasaran.
Pergantian pemain Persebaya juga aneh. Menaruh Dejan Tumbas di bek tengah. Coba-coba terus. Padahal masih ada beberapa nama seperti Kadek mungkin juga Randy May sebagai bek murni.(djo)
