Senin, Februari 16, 2026
BerandaKonco mBONEKBrace Gali Freitas Benamkan Malut United

Brace Gali Freitas Benamkan Malut United

SELASARSURABAYA – Persebaya Surabaya menutup putaran pertama Indonesian Super League dengan manis. Arek-arek Green Force berhasil membenamkan Malut United 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (10/1/2026) sore.

Gol Bajol Ijo berkat brace Gali Freitas di menit ke-14’, dan 37’. Malut membalas lewat sontekan Ciro Alves menit ke-61’.

Dengan hasil ini menempatkan Persebaya di posisi tujuh dengan raihan 28 poin.

Berikut hasil pengamatan Kukuh Ismoyo, Arek Bonek Sukodono, Sidoarjo.

Babak Pertama

Sebenarnya, permainan Persebaya a la Bernardo Tavares ini tidak berbeda secara signifikan dengan pelatih yang sebelumnya. Persebaya masih melakukan serangan dengan skema counter cepat lewat umpan-umpang panjang dari lini belakang. Bedanya, kali ini umpan-umpan panjang tersebut tidak direct ke arah flank saja, tapi bahkan ke sisi tengah lapangan.

Selain itu, di era Tavares ini, Persebaya sangat suka sekali bermain-main dengan garis terakhir offside. Itulah alasan kenapa Malik Risaldi dipilih ketimbang striker murni seperti Diego Mauricio ataupun Rizky Dwi.

Malik sebagai striker di tengah, diharapkan oleh Tavares untuk berlari kencang dari bek-bek Malut United lewat skema lolos dari jebakan offside. Dan tentu saja lumayan berhasil di beberapa momen dan juga gol yang tercipta adalah dari skema seperti ini.

Rivera masih menjadi motor setiap serangan Persebaya, meskipun lewat umpan-umpan panjang, tapi bola hampir selalu digulirkan ke arah Rivera yang posisinya sedikit lebih turun. Tidak mengherankan, karena duo gelandang lainnya yakni Tony dan Milos hampir selalu terlihat dekat posisinya di kotak penalti pertahanan Persebaya Surabaya sendiri. Sehingga mau tidak mau Rivera ikutan turun untuk mencari bola bahkan melakukan recovery.

Keberhasilan dua gol Persebaya juga adalah hasil dari keeksplosifan winger-winger Persebaya yakni Bruno Moreira dan terutama sang wonderkid abadi: Gali Freitas. Jadi, pendeknya, ketika Persebaya berhasil melakukan curian bola, maka duo flank akan berlari mengiris garis sayap Malut United, dan Malik Risaldi akan bermain di garis terakhir jebakan offside Malut United untuk mendapatkan bola. Masih tetap dengan skema counter attack yang adalah permainan simpel, tapi… Ya, cukup efektif.

Lumayan…

Babak Kedua

Di babak kedua dan dalam posisi unggul, Persebaya langsung melakukan skema low block defense untuk mempertahankan skor. Terlihat hampir semua pemain Persebaya beredar di sisi lapangan sendiri. Ini dapat dimaklumi bahwa Malut United sendiri sangat eksplosif dalam melakukan serangan untuk mencari gol. Bahkan saking ketatnya melakukan defense, hingga duo full back tidak naik terlalu tinggi semata harus menjaga kedalaman di sepertiga akhir pertahanan sendiri.

Akibat dari permainan super defensif ini tidak ada serangan yang dilakukan Persebaya hingga saat Malut United mendapatkan gol balasan dari Ciro Alves.

Hadirnya Diego Mauricio sebagai striker murni, walaupun terlihat belum mencetak gol, tapi perannya sebagai tembok pantul di depan, sempat beberapa kali memberikan peluang untuk Rivera juga Malik Risaldi.

Kalau mau jujur, sisi Catur Pamungkas benar-benar dieksploitasi oleh Sayuri bersaudara dan Ciro Alves. Tak heran 5 menit terakhir ia diganti karena tampak cukup kelelahan dan beberapa kali bocor.

Persebaya bermain low block defense dan counter attack itu sudah ibarat ‘Sego Jangan’ alias makanan sehari-hari karena terlalu biasa dilakukan pasca Aji Santoso dulu. Jadi, mempertahankan keunggulan dengan melakukan defense ketat tidaklah hal yang susah, itulah mengapa instruksi Bernardo Tavares terhadap hal ini bukan hal yang baru dan langsung dapat dimengerti semua pemain di lapangan.

First match. First win. Good job.(djo)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments