SELASARSURABAYA – Persebaya Surabaya kembali merengkuh kemenangan pada lanjutan Super League 2024/2026. Kali ini kemenangan 3-0 diraih di Stadion Sultan Agung, Bantul, kandang PSIM Jogja, Minggu (25/1/2026) sore.
Gol-gol kemenangan Arek-arek Green Force dicetak masing-masing oleh Gali Freitas pada menit ke-35’, Bruno Paraiba (74’), dan Rahmat Irianto (84’).
Dengan hasil kemenangan tiga kali beruntun ini, Bajol Ijo berhasil menggeser PSIM dan berada di posisi enam dengan 31 poin.
Berikut rangkuman hasil pengamatan Kukuh Ismoyo, Bonek Arek Sukodono.
Anyway, melihat serangan-serangan Persebaya era Bernardo Tavares (BT) ini lumayan menggigit kalau saya bilang sebuah kata yang cocok sekali untuk mengungkapkannya.
Ya, walaupun masih tentang serangan via counter attack cepat, tapi serangan Persebaya di era BT ini sangat terskema dengan baik. Di era pelatih-pelatih sebelumnya, bahkan ketika menyerang dalam jumlah pemain lebih banyak, seringkali di akhir menuju kotak penalti, para pemainnya justru kebingungan.
Sekarang, cukup 3 orang bahkan tadi beberapa kali terlihat cuma 2 orang saja, sudah cukup untuk memporak-porandakan pertahanan PSIM. Malahan, hanya butuh seorang Rahmat Irianto (RI53) saja untuk menciptakan gol ketiga. Sendirian! Sangat menggigit sekali counter attack era Bernardo Tavares ini.
Btw, Bernardo Tavares tampak sekali ia adalah penggemar winning team. Itulah mengapa pas melihat starting XI, hanya Jefferson jr saja yang masuk menggantikan Dejan Tumbas sebagai bek kiri yang out.
Ini dimungkinkan karena Tavares paham bahwa para pemain selain pemain baru, lebih punya chemistry lebih baik, apalagi para pemain baru Persebaya banyak yang baru mencicipi atmosfer Liga Indonesia.
Saya kira, kunci dari permainan Bernardo Tavares ini adalah solidnya duo Lelis-Mitrevski di tengah, dan tidak naiknya Catur serta Jefferson jr terlalu tinggi. Dengan middle block saat Persebaya diserang, konsentrasi pemain Persebaya menumpuk di lini tengah untuk mencegah bola bergulir lebih dalam ke area final third. Dan PSIM tidak punya pilihan lain selain melakukan early crossing ataupun memaksa penetrasi atau shooting langsung yang jelas sekali banyak gagalnya.
Dan, ketika para pemain Persebaya berhasil melakukan ball recovery dan counter langsung, serangan jadi lebih efektif dilakukan oleh sekira 4 pemain depan Persebaya. Sementara jika terkena serangan balik lagi, duo full back Persebaya tadi, selalu tidak pernah terlalu jauh untuk kembali ke posnya.
Sementara duo dinamo di tengah yakni : Tony – Milos, serta RI53 – Matos di babak kedua cukup menjadi tembok sementara untuk mencegah serangan PSIM masuk ke 4 flat bek Persebaya.
It’s a Good game. Good win. And Still unbeaten.(djo)
